Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Dua Pandemi, Influenza 2009 dan COVID-19

WHO sudah membuat rekomendasi tentang surveilans, vaksinasi dan tata cara manajemen klinik pada masa pasca pandemi.

Dua Pandemi, Influenza 2009 dan COVID-19
HO/TRIBUNNEWS
Prof Tjandra Yoga Aditama - Guru Besar FKUI & Universitas YARSI.  - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO SEARO dan Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit & Kepala Badan Litbangkes Kemenkes RI 

Oleh: Prof Tjandra Yoga Aditama

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/ Guru Besar FKUI

Mantan Direktur WHO SEARO dan Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes

TRIBUNNEWS.COM - Sesudah berlakunya “International Health Regulation (2005)” sampai saat ini maka dunia sudah menghadapi dua kali pandemi. Kita ketahui bahwa pada 11 Maret 2020 Direktur Jendral WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa dunia ada dalam keadaan pandemi COVID-19.

Kalimat yang digunakan Dr Tedros adalah “We have therefore made assessment that COVID-19 can be characterized as a pandemic”. Sebelum memutuskan pandemi maka pada 30 Januari 2020 Direktur Jenderal Tedros menetapkan COVID-19 (yang ketika itu masih bernama 2019-nCoV) sebagai “Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)”, suatu terminologi dalam IHR (2005) tentang penyakit yang menyebar antar negara.

Keputusan ini diambilnya sesudah mendapat masukan dari “Emergency Committee” yang ber rapat pada 22 dan 23 Januari 2020 (yang tidak mendapat kepurusan bulat ketika itu) serta rapat berikut pada 30 Januari 2020.

Keputusan pandemi ini pada awal 2021 mendapat komentar cukup keras dari “Independent Panel for Pandemic Preparedness and Response”, suatu grup independen yang dibentuk untuk menilai penanganan COVID-19 dan di pimpin oleh mantan Perdana Menteri Selandia Baru dan mantan Presiden Liberia.

Komentar resminya tentang penetapan PHEIC menyebutkan “It is not clear why the committee did not meet until the third week of January, nor is it clear why it was unable to agree on the declaration … when it was first convened”.

Sementara itu, komentar resmi tentang penetapan pandemi berbunyi “Although the term pandemic is neither used nor defined in the international health regulations (2005), its use does serve to focus attention on the gravity of a health event. It was not until 11 March that WHO used the term

Pandemi tepat sebelum COVID-19 terjadi pada tahun 2009 yang lalu. Pada 11 Juni 2009, Direktur Jenderal WHO ketika itu , Dr Margaret Chan, menyatakan bahwa dunia mulai masuk ke pandemi Influenza 2009, jelasnya disebutkan “World now at the start of 2009 influenza pandemic”.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas