Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Covid-19 dan Lansia, Kelompok Usia yang Paling Banyak Terpapar

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memaparkan bahwa pemerintah mencatat untuk kelompok usia 46-59 tahun angkanya mencapai 35,5 persen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Covid-19 dan Lansia, Kelompok Usia yang Paling Banyak Terpapar
HO/TRIBUNNEWS
Prof Tjandra Yoga Aditama - Guru Besar FKUI & Universitas YARSI.  - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO SEARO dan Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit & Kepala Badan Litbangkes Kemenkes RI 

Oleh: Prof Tjandra Yoga Aditama

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/ Guru Besar FKUI

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara dan Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes

TRIBUNNEWS.COM - Tribunnews.com tanggal 29 Mei 2021 menyajikan berita berjudul “Satgas Covid-19: Kematian Lansia Akibat Covid-19 mencapai 49,4 Persen”. Angka kematian nyaris 50% ini tentu cukup memprihatinkan, apalagi ditanggal yang sama ,29 Mei, kita peringati bersama sebagai Hari Lanjut Usia Nasional.

Berita ini selanjutnya menyebutkan bahwa persentase tersebut menjadi tertinggi di antara kelompok usia lainnya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memaparkan bahwa pemerintah mencatat untuk kelompok usia 46-59 tahun angkanya mencapai 35,5 persen, usia 31-45 tahun sebanyak 11,2 persen, sisanya berasal dari kelompok usia 30 tahun ke bawah.

Dalam hal ini maka tentu kan lebih baik lagi kalau ada data pembanding, misalnya dengan waktu sebelum ini apakah meningkat atau tetap saja proporsinya. Kalau memang ada peningkatan maka baik untuk dianalisa penyebabnya dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kita ketahui bahwa kaum lanjut usia (lansia) di seluruh dunia memang selalu proporsi kematiannya lebih besar daripada kelompok lebih muda, baik karena daya tahan tubuh relatif lebih rendah dan bisa juga karena ada komorbid.

Tentang vaksinasi, dengan persentase vaksinasi pada lansia yg memang masih rendah maka tentu belum bisa dilihat bagaimana dampak vaksinasi pada angka kesakitan dan kematian.

Sesuai data Kementerian Kesehatan 29 Mei 2021 maka baru 15,22 % lansia kita yang dapat vaksinasi satu kali dan 10,09 % yang sudah divaksin lengkap dua kali. Angka ini jauh lebih rendah dari cakupan pada petugas publik, 65,66% yang sudah di vaksin satu kali dan 40,35% divaksin dua kali.

Cakupan vaksinasi bagi petugas kesehatan bahkan jauh lebih tinggi lagi, 93,41% sudah divaksin satu kali dan lebih dari 100% (103,25%) sudah dapat vaksinasi lengkap dua kali berturut-turut. Artinya, perlu upaya ekstra keras agar cakupan vaksinasi pada lansia dapat ditingkatkan secara maksimal.

Untuk tetap menjaga kesehatan para lansia dalam situasi COVID-19 sekarang ini maka setidaknya ada lima anjuran yang dapat dilakukan.

Pertama, semua lansia harus mengetahui bagaimana keadaan kesehatannya, termasuk apakah ada penyakit tertentu dan atau gangguan kesehatan tertentu.

Kalau kita menguasai bagaimana keadaan mobil atau sepeda motor kita maka tentunya kita harus lebih memahami lagi keadaan tubuh dan kesehatan kita.

Ke dua, kaum lansia perlu cek kesehatan secara berkala, baik yg mudah dilakukan di rumah seperti mengukur tekanan darah dan berat badan, atau periksa ke dokter secara berkala.

Anjurannya adalah sedikitnya satu kali dalam setahun, dan kalau ada penyakit tertentu maka bisa saja kontrol lebih sering sesuai anjuran dokter yang menanganinya.

Kalau pakai analogi mobil dan sepeda motor di atas, kalau kita selalu tepat waktu menservis kendaraan sesuai kilometer tertentu maka tentunya kita harus lebih ketat lagi untuk cek kesehatan secara berkala pula.

Hal ke tiga, kalau diberi obat untuk dimakan rutin sesuai penyakit yg ada, dan sebagian besar lansia memang ada penyakit tertentu, maka obat-obatan ini harus di konsumsi secara disiplin, mungkin ada yg perlu setiap hari dll.

Selalu informasikan ke dokter tentang apa obat yang rutin dikonsumsi, untuk evaluasi/perubahan kalau diperlukan. Hal ke empat tentunya adalah  selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat, makan bergizi, olahraga teratur, istirahat cukup, kelola stress dll.

Tentu juga harus menghindarkan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok, apalagi 31 Mei adalah Hari Tanpa Tembakau Sedunia, “World No Tobacco Day”.

Hal ke lima, tentu para semua lansia kita harus segera mendapat vaksin. Seluruh lapisan masyarakat perlu membantu agar ini dapat segera terwujud karena ini merupakan salah satu prioritas penting sekarang.

Di sisi lain, kalau kaum lansia ada keluhan sejalan dengan kemungkinan COVID-19 seperti demam, batuk dll. maka harus segera cek dan konsultasi ke fasilitas pelayanan kesesehatan yang ada.(*)

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas