Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Perjalanan Prabowo dan Arah Baru Diplomasi Indonesia

Prioritas utama Presiden Prabowo terlihat jelas: mengukuhkan kemitraan strategis yang sudah terjalin dan membuka peluang baru.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Perjalanan Prabowo dan Arah Baru Diplomasi Indonesia
Sekretariat Presiden
KUNJUNGAN PRESIDEN - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tiba di Paris, Prancis pada Minggu malam, (13/7/2025). Prabowo disambut hangat oleh puluhan diaspora Indonesia. 

Oleh: Achmad Firdaus H.
Mahasiwa Doktor Hubungan Internasional dari University People’s Friendship of Russia

TRIBUNNERS - Prabowo Subianto telah menunjukkan dinamisme luar biasa dalam pergerakan diplomatiknya di kancah internasional.

Berbeda dengan periode sebelumnya yang mungkin lebih fokus pada konsolidasi internal pasca-pemilu, kepemimpinan Prabowo menandai babak baru dalam politik luar negeri Indonesia, di mana diplomasi aktif dan pragmatis menjadi tulang punggung strategi globalnya.

Perjalanan-perjalanan ke luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa, melainkan cerminan nyata dari visi politik luar negerinya yang ingin menempatkan Indonesia sebagai aktor global yang relevan, mandiri, dan berorientasi pada kepentingan nasional yang konkret.

Dalam bulan-bulan pertamanya menjabat, prioritas utama Presiden Prabowo terlihat jelas: mengukuhkan kemitraan strategis yang sudah terjalin dan membuka peluang baru.

Kunjungan pertamanya sering kali ditujukan kepada negara-negara yang merupakan mitra ekonomi utama atau memiliki ikatan historis kuat dengan Indonesia.

 

Rekomendasi Untuk Anda

Contohnya, lawatan ke negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Timur seperti Singapura, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan, bukan hanya untuk mempererat hubungan bilateral, tetapi juga untuk menegaskan komitmen Indonesia terhadap stabilitas regional dan kerja sama ekonomi.

Dalam kunjungan-kunjungan ini, fokusnya meliputi investasi, perdagangan, serta isu-isu keamanan maritim dan regional.

Pertemuan dengan kepala negara dan pemerintahan di forum-forum multilateral seperti ASEAN Summit atau KTT G20 juga menjadi platform penting bagi Prabowo untuk memproyeksikan kepemimpinannya.

Di sini, ia secara konsisten menyuarakan posisi Indonesia terkait isu-isu global mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga reformasi arsitektur keuangan global, menegaskan peran Indonesia sebagai jembatan dan moderator di tengah berbagai polarisasi.

Seiring berjalannya waktu, politik luar negeri Prabowo mulai menunjukkan ciri khasnya yang lebih ekspansif dan non-tradisional.

Ia tidak ragu menjangkau negara-negara yang mungkin tidak selalu menjadi prioritas utama dalam dekade-dekade sebelumnya, atau negara-negara yang berada di tengah sorotan geopolitik.

Kunjungan ke Brasil, misalnya, menunjukkan komitmen untuk memperkuat hubungan dengan sesama negara berkembang di belahan bumi selatan, menjajaki kerja sama di sektor pertanian, energi, dan pertahanan. Ini adalah langkah strategis untuk mendiversifikasi kemitraan di luar lingkaran konvensional.

Paling menonjol dan mengejutkan adalah kunjungan singkat ke Belarus pada 15 Juli 2025. Singgahnya Prabowo di Minsk dalam perjalanan pulang dari Prancis, dan pertemuannya yang intens dengan Presiden Aleksandr Lukashenko di kediaman pribadi, adalah indikator paling jelas dari pendekatan pragmatis ini.

Fokus pada kebutuhan pupuk dari Belarus, di tengah gejolak rantai pasok global, dan komoditas Indonesia yang dibutuhkan Belarus, mencerminkan orientasi yang kuat pada kepentingan ekonomi konkret.

Analisis mendalam menunjukkan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi untuk mengamankan pasokan vital dan membuka pasar baru, tanpa terbebani oleh kompleksitas geopolitik yang ada.

Ini mengirimkan pesan bahwa Indonesia akan berinteraksi dengan siapa pun yang dapat memberikan manfaat timbal balik, mengesampingkan polarisasi.

Mengingat latar belakang militernya, diplomasi pertahanan juga menjadi salah satu pilar penting dalam politik luar negeri Prabowo.

Kunjungan ke negara-negara yang memiliki kapabilitas pertahanan maju, seperti Prancis atau potensi kerja sama dengan negara-negara seperti Belarus, menunjukkan upayanya untuk memperkuat alat pertahanan Indonesia dan juga mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

Ini tidak hanya soal pembelian alutsista, tetapi juga transfer teknologi, pelatihan, dan latihan bersama untuk meningkatkan kapasitas dan interoperabilitas militer Indonesia.

Secara keseluruhan, perjalanan diplomatik Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat hingga saat ini menggambarkan sebuah politik luar negeri yang proaktif, berani, dan berorientasi hasil.

Ia secara konsisten berupaya menempatkan Indonesia sebagai negara yang mandiri dalam menentukan arah kebijakannya, mampu berdialog dengan berbagai pihak, dan selalu mendahulukan kepentingan nasional di atas segalanya.

Dari mengukuhkan kemitraan tradisional hingga menjajaki peluang di wilayah yang tidak terduga, Prabowo tengah mengukir jejak diplomatik yang akan membentuk posisi Indonesia di panggung global untuk tahun-tahun mendatang.

 

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas