Ledakan Interaksi Publik soal Bencana Sumatera di Media Sosial
Evello temukan muatan politis dalam desakan status bencana nasional Sumatera, analisis jutaan percakapan medsos.
Editor:
Glery Lazuardi
Dudy Rudianto
Pendiri firma analitik Big Data Evello
Information Technology Programmer
Big Data Evello menganalisa konten di media sosial terkait bencana di Sumatera
Ledakan interaksi publik soal bencana banjir dan longsor di Sumatera di berbagai platform media sosial.
Kami mencatat tingginya perhatian publik terhadap bencana banjir di Sumatera melalui berbagai platform digital seperti Tik Tok, Instagram, dan YouTube.
Analisis terhadap jutaan percakapan dan ribuan unggahan di TikTok, Instagram, dan YouTube menunjukkan betapa besar interaksi masyarakat, dengan miliaran kali tayang dan jutaan likes serta unduhan.
Analisa dilakukan terhadap 11.706 video di tiktok, 9.173 unggahan di instagram dan 18.371 unggahan video youtube.
Analisa juga dilakukan melalui percakapan dibanyak unggahan tersebut.
Menganalisa 2.763.310 percakapan di tiktok, 1.527.339 percakapan di instagram dan 357.587 percakapan di YouTube.
Mencatat jumlah tayang soal bencana banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar telah tayang di tiktok hingga 2,8 milyar kali tayang dengan sebaran video ke jejaring whatsapp mencapai 448.656 kali berbagi, dengan jumlah video diunduh sebanyak 877.534 unduhan.
Sementara di instagram jumlah interaksi mencapai 21.574.617 kali likes dengan penayangan mencapai 126 juta kali tayang.
Namun, ada fakta muatan politis di balik kuatnya desakan penetapan status bencana nasional Sumatera.
Selain itu, terdapat motif politik dengan tujuan utama untuk melemahkan posisi pemerintah dengan berlindung dibalik desakan penetapan status bencana nasional.
Umumnya narasi politis ini berlindung dibalik tema soal blunder komunikasi kepala BNPB, tudingan bantuan yang lambat dan ketakutan audit internasional.
Bahkan yang menyedihkan, narasi politis ini memanfaatkan sentimen dan tudingan keadilan Jawa-Luar Jawa.
Dengan bobot percakapan mencapai 10 persen lintas platform, narasi politis ini mencoba membakar sentimen tidak adil karena bencana terjadi di Sumatera dan bukan di Jawa.
Seluruh narasi dengan tema diatas berujung pada upaya meyakinkan publik bahwa pemerintah tidak sanggup dan terjadi ketidakadilan penanganan karena kejadian bencana tidak terjadi di Jawa atau Jakarta.
Narasi ini jelas mengandung unsur pecah belah dan sangat politis sekali.
Ketika ditanya seberapa besar perhatian publik Indonesia terhadap kejadian bencana ini.
Data ini menegaskan bahwa isu bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar menjadi sorotan luas, sekaligus menggambarkan kuatnya empati publik terhadap korban di daerah terdampak.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.