Pekerja Lepas Pasca Pandemi Covid-19: Fleksibel tapi Rentan Finansial
Pekerja lepas hadapi pendapatan fluktuatif, perlu disiplin finansial agar arus kas stabil dan tujuan tercapai.
Editor:
Glery Lazuardi
Febri Rusli dan Budi Rahardjo
Febri Rusli
- Digital Banking Product & Innovation Head SMBC Indonesia
- Pengalaman di sejumlah Perusahaan seperti Samsung Electronics dan Sony Indonesia
Budi Rahardjo
- Certified Financial Planner
- Director and Co Founder Oneschildt Financial Planning
Selama beberapa tahun terakhir, dunia kerja mengalami perubahan yang signifikan berkat kemajuan digital dan internet.
Terlebih kondisi pasca pandemi COVID-19 yang mendukung masyarakat dapat bekerja dari mana saja tanpa harus ke kantor.
Kondisi ini menghasilkan cara kerja baru yaitu digital nomad atau digital freelance serta munculnya profesi freelance di berbagai bidang yang lebih fleksibel dari segi waktu dan lokasi kerja.
Seiring dengan berkembangnya peluang pekerjaan ini, terdapat juga tantangan dalam mengelola finansial bagi pelaku digital nomad dan freelance.
Melihat fenomena ini, diperlukan edukasi finansial yang praktis dan mudah dipahami agar pekerja lepas dapat mengelola finansial dengan lebih cerdas.
Kami memahami bahwa pekerja lepas dapat menghadapi tantangan dalam kondisi finansial terutama karena penghasilan yang tidak tetap atau fluktuatif setiap bulannya.
Karena itu, perencanaan finansial menjadi krusial, mulai dari mengelola arus kas, menyiapkan dana darurat dan proteksi, hingga menetapkan tujuan finansial jangka panjang.
Kelas finansial ini diharapkan dapat menjadi bekal praktis bagi pekerja lepas dalam mewujudkan kondisi finansial yang lebih baik.
Tantangan utama pekerja lepas bukan semata pada besarnya nilai penghasilan, melainkan pada konsistensi pengelolaannya.
Pendapatan yang fluktuatif tetap bisa diatur dengan baik.
Perencanaan yang sederhana namun konsisten dapat membantu kondisi finansial tetap stabil meskipun pendapatan tidak menentu.
Kuncinya adalah disiplin dalam mengelola pengeluaran, menjaga arus kas tetap positif, memiliki dana darurat, dapat membedakan mana kebutuhan dan keinginan, serta fokus pada pengembangan diri dan peluang baru
Beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pekerja lepas untuk mengelola keuangan dengan lebih cerdas.
Pertama, cek kondisi keuangan, mulai dari cek rata-rata pendapatan selama 3-6 bulan terakhir, menghitung biaya hidup atau fixed cost yang harus dikeluarkan setiap bulan, dan cek arus kas.
Setelah itu, pekerja lepas dapat menyisihkan dana khusus untuk mengantisipasi pendapatan yang fluktuatif setiap bulannya.
Kedua, mengatur pola pengeluaran dengan memahami kebutuhan dan keinginan serta membuat skala prioritas pengeluaran.
Pekerja lepas juga bisa memisahkan rekening untuk usaha atau bisnis dan pribadi.
Ketiga, menyiapkan dana darurat dan memiliki proteksi diri yang aktif, memperhatikan investasi sesuai profil risiko, dan fokus pada pengembangan diri serta menciptakan peluang baru.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.