Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Pengawasan Publik Menjaga Demokrasi Sehat

Demokrasi sehat butuh kritik publik terbuka dan pengawasan konsisten agar kebebasan tak bergeser jadi ancaman.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Pengawasan Publik Menjaga Demokrasi Sehat
HO/IST
DEMOKRASI- Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional, Ayip Tayana mengatakan demokrasi sehat butuh kritik publik terbuka dan pengawasan konsisten agar kebebasan tak bergeser jadi ancaman. 
profile tribunners
PROFIL PENULIS
Ayip Tayana
Penulis adalah Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional (IDN). Ia dikenal sebagai pengamat politik dan sering memberikan analisis.

DEMOKRASI yang sehat tidak hanya bergantung pada keterbukaan pemerintah terhadap kritik publik, tetapi juga pada pengawasan yang konsisten agar ruang kebebasan tidak bergeser menjadi ancaman.

Kritik harus tetap dijaga sebagai bagian vital demokrasi, sementara pengawasan publik memastikan ketegasan negara tidak berubah menjadi pembatasan.

Saya menilai pemerintahan Presiden Prabowo masih jauh dari kata otoriter. Pasalnya, pemerintah sendiri terbuka terhadap kritik yang disampaikan publik. 

Hal itu berbeda dengan rezim yang benar-benar otoriter, yang biasanya sejak awal menutup ruang kritik. Tetapi memang ada catatan terkait kritik publik tersebut, khususnya yang mengandung kebencian.

Menurut saya, hal itu harus dimaknai secara proporsional agar kualitas demokrasi tetap sehat, tapi juga tidak membatasi ekspresi publik. Kalau kita lihat secara empiris sejauh ini, saya belum melihat cukup bukti kuat untuk menyebut pemerintahan Prabowo Subianto sebagai pemerintah yang otoriter.

Tapi ada area abu-abu yang harus dijaga, dalam definisi kritik vs kebencian. Saya juga melihat pemerintahan Presiden Prabowo saat ini masih dalam kategori demokratis. Beberapa indikator kadar demokratis dari pemerintahan Prabowo saat ini. 

Di antaranya, pemerintah masih mengakui kritik publik, komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu, dan tidak ada pembatasan secara sistemik terhadap oposisi atau organisasi masyarakat sipil.

Rekomendasi Untuk Anda

Jadi kesimpulan saya, pemerintahan Prabowo Subianto saat ini masih demokratis, dengan kecenderungan ingin menunjukkan ketegasan negara, tetapi tetap perlu pengawasan publik agar tidak bergeser ke arah yang lebih restriktif.

Terkait jaminan Presiden Prabowo untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Saya menilai bahwa itu sebagai sinyal positif untuk penegakan hukum yang transparan dan akuntabel. Artinya, negara menganggap ini sebagai kejahatan serius terhadap demokrasi.

Meski demikian, publik tetap harus mengawal agar prosesnya tetap terbuka, serta hasilnya sesuai dengan keadilan dan hukum yang berlaku. Saya cenderung melihat ini sebagai satu arah yang benar, tetapi tetap perlu dikawal agar tidak berhenti di level retorika.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas