Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Memori Secangkir Kopi dan Terowongan Tanah: Jejak Persahabatan di Saigon

Kenangan Saigon 2012: cà phê sữa đá, tawa sahabat muda, hingga terowongan Cu Chi yang menyatukan persahabatan lintas budaya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Memori Secangkir Kopi dan Terowongan Tanah: Jejak Persahabatan di Saigon
Dok Pribadi
Profile Tribunners: Odemus Bei Witono - Direktur Perkumpulan Strada dan Pemerhati Pendidikan 

profile tribunners
PROFIL PENULIS
Odemus Bei Witono
Direktur Perkumpulan Strada dan Pemerhati Pendidikan

ADA SEBUAH rasa yang tertinggal di kerongkongan setiap kali ingatan saya terbang kembali ke tahun 2012. Rasa itu adalah pahit-manis cà phê sữa đá yang diaduk tergesa di atas trotoar Saigon, berbaur dengan deru ribuan sepeda motor yang membelah kota seperti aliran darah yang tak pernah surut. 

Di sanalah, di antara riuh rendah kota yang bertumbuh pesat, saya pertama kali meletakkan kaki dan menyerahkan sekeping hati saya pada keramahan sekelompok anak muda Vietnam.

​Bagi seorang asing yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah Indochina, Saigon—atau yang kini akrab disebut Kota Ho Chi Minh—bisa menjadi tempat yang mengintimidasi. 

Namun, kecemasan itu menguap begitu saja saat saya bertemu dengan mereka. Mereka adalah perwujudan dari Saigon yang sebenarnya: muda, penuh semangat, enerjik, namun memiliki kehangatan yang tulus.

Tanpa ada sekat kecurigaan, mereka menyambut saya layaknya seorang sahabat lama yang baru kembali dari perantauan jauh.

​Pertemuan kami dimulai dari obrolan-obrolan ringan di pinggir jalan. Duduk di atas kursi plastik pendek yang ikonik, kami melarutkan malam dalam cangkir-cangkir kopi.

Rekomendasi Untuk Anda

Di bawah lampu kota yang temaram, mereka bercerita tentang mimpi-mipi mereka, tentang musik yang mereka sukai, dan tentang kecintaan mereka pada kota ini. Meski bahasa kadang menjadi pembatas, senyuman dan tawa renyah mereka menjadi penerjemah terbaik. 

Di atas trotoar yang berdebu itu, saya menyadari satu hal: persahabatan tidak membutuhkan tata bahasa yang sempurna, ia hanya butuh hati yang terbuka.

​Perjalanan ke Cu Chi: Merawat Masa Lalu dalam Kebersamaan 

​Hari berikutnya menjadi petualangan yang tak akan pernah terkikis oleh waktu. Mereka mengajak saya menjelajahi sisi lain dari sejarah negeri mereka. 

Kami menaiki sebuah bus kecil, berdesakan dengan penduduk lokal, membelah jalanan pinggiran kota menuju Terowongan Cu Chi (Địa đạo Củ Chi).

Di dalam bus yang bergoyang-goyang itu, lagu-lagu lokal mengalun dari radio tua, diselingi candaan anak-anak muda yang tak ada habisnya. Keseruan itu membuat perjalanan yang jauh terasa begitu singkat.

​Sesampainya di Cu Chi, atmosfer seketika berubah. Kami berjalan di bawah rindangnya pepohonan yang menyembunyikan jejak-jejak perang masa lalu. Ketika tiba waktunya untuk masuk ke dalam terowongan tanah yang sempit dan gelap, rasa ngeri sempat menyergap. 

Namun, tangan-tangan ramah mereka selalu siap mengulurkan bantuan. Kami merangkak bersama di dalam perut bumi, merasakan pengap dan pekatnya sejarah.

​Di dalam kegelapan terowongan itu, saya tidak merasa takut, karena saya tahu ada sahabat-sahabat baru yang berjalan di depan dan di belakang saya.

​Usai keluar dari perut bumi dengan peluh yang bercucuran, sebuah kesederhanaan yang magis menanti kami. Kami duduk melingkar, menikmati hidangan khas para gerilyawan zaman dahulu: singkong rebus yang dicocol dengan campuran garam, gula, dan kacang tumbuk. 

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas