Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Berebut Gunungan di Grebeg Solo

Sejumlah prajurit keraton keluar dari pintu Kori Kamandungan diiringi musik dari peralatan yang mereka bawa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Arloji di tangan memperlihatkan angka 11.00.

Sengatan sinar matahari begitu terasa panas di kulit.

Meski demikian, sejumlah warga tampak berkumpul di Keraton Kasunanan Surakarta serta di Masjid Ageng, Solo, Kamis (24/9/2015) siang.

Warga ini menunggu iring-iringan para abdi dalem Keraton Solo yang membawa sepasang gunungan (jaler dan estri) pada acara Grebeg Besar untuk memperingati hari raya Idul Adha.

Tak berselang lama, sejumlah prajurit keraton keluar dari pintu Kori Kamandungan diiringi musik dari peralatan yang mereka bawa.

Usai iring-iringan prajurit kemudian diikuti barisan para abdi dalem yang membawa hasil bumi hingga sepasangan gunungan.

Rekomendasi Untuk Anda

Para barisan ini berangkat dari keraton dan menuju ke Masjid Ageng, Solo yang berjarak hanya sekitar 300 meter.

Sesampainya di Masjid Ageng, hasil bumi yang dibawa kemudian diletakan di halaman masjid lalu dibagikan kepada masyarakat.

Akan tetapi, lantaran antusias masyarakat luar biasa, sehingga terjadi aksi rebutan sebelum para abdi dalem sempat membagikan.

"Sebenarnya memang tidak direbutkan tetapi dibagikan. Lantaran antusias masyarakat yang begitu luar biasa akhirnya terjadi rebutan," ujar Wakil Pengageng Sasana Wilapa, Kanjeng Pangeran (KP) Winarno.

Winarno menambahkan Grebeg Besar selalu menjadi tradisi untuk dirayakan saat hari raya Idul Adha lantaran untuk memperingati hari kemenangan iman.

"Ada tiga grebeg yang selalu dirayakan yakni Grebeg Syawal, Grebeg Maulud, dan Grebeg Besar. Ketiganya memiliki arti kemenangan," katanya.

"Kalau Grebeg Besar kemenangan akan iman dimana Nabi Ibrahim menuruti perintah Allah yang memerintahkan untuk mengorbankan putra sulungnya, Ismail meski akhirnya diganti seekor kambing," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas