Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penggusuran Rumah di Lahan Kampus UIN Raden Fatah Sempat Ricuh

Penggusuran 117 rumah lahan yang akan dibangun Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang di Jakabaring, sempat ricuh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Penggusuran 117 rumah lahan yang akan dibangun Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang di Jakabaring, sempat ricuh karena warga bersikeras menolak tidak mau digusur dan berjanji akan membongkar rumah sendiri.

Warga memasang spanduk dan mengacungkan kayu mengadang petugas yang akan menertibkan bangunan karena tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Polisi dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) akhirnya mengamankan satu warga yang dianggap sebagai provokator karena menghalangi petugas mengeksekusi ratusan rumah tersebut.

Warga yang terkena penggusur rumah di lahan yang akan dibangun kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, hanya pasrah dan bisa menangis dan membiarkan rumah mereka diratakan alat berat setelah upaya mempertahankan rumahnya gagal dilakukan.

Dua alat eskavator bergerak cepat merobohkan semua bangunan yang ada dan dengan cepat rumah tersebut rata dengan tanah.

Warga hanya bisa mengeluarkan barang seadaanya dari dalam rumah dan menyemalatkan diri sembari meratapi rumah yang sudah mereka tempati puluhan tahun.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka hanya pasrah menangis dan tertunduk lesu rumah karena binggung tidak tahu harus pindah ke mana setelah rumah digusur, karena uang kerohiman hanya Rp 6,5 juta per rumah. (*)

Sumber: Tribun Sumsel
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas