Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Video Populer Pekan Ini

Balas Dendam, Indra Curi Uang di Brankas Kampus Lalu Sumbangkan ke Warga dan Masjid

Alasannya, ia merasa sakit hati karena dipecat dan tidak diberikan pesangon.

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kisah unik datang dari Medan. Indra Muhammad Lubis (IML) nekat mencuri di bekas tempatnya bekerja, yakni kampus STIE IBBI Medan. Alasannya, ia merasa sakit hati karena dipecat dan tidak diberikan pesangon.

Ketika itu, kata Indra, ibunya sakit sehingga dia harus mengurus hingga tak masuk kerja selama sebulan. Yang lebih aneh, uang sebesar Rp 12 juta hasil curiannya itu dibagikan ke warga dan sumbangkan ke masjid, layaknya kisah Robin Hood.

Indra yang sudah tahu seluk beluk kampus melakukan aksinnya pada Jumat (20/11/2015) malam. Yakni dengan bersembunyi selama dua jam pascakampus tutup.

"Saat melakukan pencurian, tersangka IML mengenakan jaket kain berlengan panjang yang ada tutup kepalanya. Celana panjang hitam dan gunakan sepatu warga biru," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Medan Barat, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Oscar Stefanus Setjo, di Polsek Medan Barat, Senin (21/12/2015).

"IML bersembunyi selama dua jam di dalam kampus. Kemudian, membongkar brankas dan mengambil uang sebanyak 12 juta," ujarnya.

Indra membongkar brankas di ruang kasir menggunakan linggis dan pisau kecil. Ia selanjutnya merusak pintu ruang operator dan mengambil satu unit laptop.

"Kemudian tersangka masuk ke ruang Waka Tiga lalu mengambil satu unit laptop serta satu unit kamera digital," kata Oscar.

Sumbangkan ke Warga dan Masjid

Usai berhasil membobol brankas di STIE IBBI, Jalan Pepaya, Medan Barat, Indra mengaku membagikan uang hasil curian kepada rakyat miskin, di seputaran Medan Utara dan disumbangkan ke masjid.

"Saya tidak akan menyebutkan nama detail daerahnya dan masjidnya. Tapi, intinya saya memberikan uang Rp 12 juta hasil curian kepada warga sekitar dan sumbangkan ke masjid," ujar Indra.

"Saya tidak punya niat untuk mencuri, saya membongkar brankas karena ingin balas dendam. Saya sudah dua tahun kerja tapi dipecat tanpa adanya pesangon," ujarnya.

Ia menuturkan, setelah membagikan uang kepada masyarakat miskin, kemudian menjual dua unit laptop serta satu unit kemera digital seharga Rp 5 juta untuk ongkos berangkat ke Batam.

"Saya ke Batam agar suasana tenang. Setelah uang habis saya kembali ke Medan dan ditangkap polisi. Saya hanya ingin balas dendam dan rasa sakit hati dipecat tanpa pesangon," ungakpnya.

Indra diamankan saat berada di kediamannya, Jalan M Said Medan, Minggu (20/12/2015). (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas