Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Video Populer Pekan Ini

Rumah Kakaknya Disita, Jaksa Marah-marah: Ini Rumah Warisan, Bukan Rumah Koruptor

"Ini rumah warisan, bukan rumah koruptor, tolong dulu jangan eksekusi. Tolong dulu jangan eksekusi," katanya.

Laporan Wartawan Tribun Medan, Tarmizi Khusairi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Eksekusi rumah di Jalan Batu Tulis Medan ricuh, keluarga pemilik rumah yang bekerja di Kejaksaan tidak setuju dan berusaha menghalang-halangi juru sita dengan segala cara.

Juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rahman, datang ke rumah Priska Sagala.

Eksekusi ini dilakukan terkait perkara jual beli antara tergugat Priska Sagala dengan penggugat Herlina Anconia Silalahi.

"Karena objek tidak bisa dikuasai pembeli menggugat ke PN Medan dan dimenangkan. Perkara ini sudah berkekuatan hukum tetap
Berita acara eksekusi perkara No 621/Pdt.G/2014/PN.Mdn," kata Rahman, Rabu (25/2/2015).

Mendengarkan apa yang dibacakan Rahman, Priska Sagala menangis dan menolak eksekusi. Namun petugas tetap melakukan eksekusi.

Kericuhan pun terjadi setelah dua perempuan mengenakan seragam kejaksaan tiba di lokasi.

Keduanya ternyata adik Priska. Mereka memprotes tindakan Rahman. 

Adik Priska, Qori mengatakan, ia telah memohon penundaan eksekusi kepada pihak PN Medan.

"Ini rumah warisan, bukan rumah koruptor, tolong dulu jangan eksekusi. Tolong dulu jangan eksekusi," katanya.

Meski begitu, juru sita mengunci pintu dan pagar, rumah tersebut pun tidak bisa dimasuki Priska Sagala. (*)

Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas