Tribun

Resmikan Gedung IAIN Pontianak, Menag: Fungsi Agama Menyatukan Elemen Bangsa di Tengah Kemajemukan

Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifudin meresmikan gedung baru IAIN Pontianak.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Willem Jonata

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifudin meresmikan gedung praktek qiraah dan ibadah, gedung parkir, dan futsal indoor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Rabu (2/3/2016).

Kedatangan Menag didaimpingi Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Cornelis dan Rektor IAIN Pontianak, Hamka Siregar. Mereka disambut tarian dan musik khas Melayu.

Lukman dalam sambutannya mengatakan tahun 1964, IAIN Pontianak juga berstatus sama dengan nama IAIN. Namun masih bersifat cabang dari Jakarta.

"Kemudian, institusi ini berhasil berdiri sendiri bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) tahun 1997," ungkapnya

Lukman menerangkan, agama merupakan hal penting dan luar biasa. Tidak hanya dalam konteks Kalbar, tetapi dalam konteks Indonesia secara keseluruhan.

"Bahwa agama adalah sesuatu yang begitu vital, agama menduduki posisi luar biasa pentingnya, lagi-lagi dalam konteks kehidupan kita berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat," terangnya

Ia menilai sebagai sebuah bangsa, sesungguhnya agama itu memiliki peran fungsi yang justru menyatukan semua elemen bangsa di tengah kemajemukan.

Sedangkan, Rektor IAIN Pontianak, Hamka Siregar dalam sambutannya mengatakan, gedung kuliah baru IAIN Pontianak yang diresmikan tersebut dinamai gedung Prof KH Saifuddin Zuhri. Sedangkan, gedung praktek qiraah dan ibadah dinamai gedung H Abdul Rani Mahmud.

"Kami juga sudah memiliki lahan kampus dua IAIN Pontianak, di Kabupaten Kubu Raya. Pembangunan gedung-gedung ini satu tahun anggaran APBN Murni, sekitar Rp 35 miliar," terangnya

Gubernur Kalbar, Cornelis dalam sambutannya menegaskan, kegiatan peresmian gedung tersebut, merupakan hal yang baik karena dapat membangun manusia Indonesia yang berkualitas.

"Manusia yang tidak menjadi ekstrem kiri atau ekstrem kanan," tegasnya

Cornelis menambahkan bahwa Indonesia ini terdiri dari bermacam-macam suku bangsa, budaya, dan agama. Dengan keanekaragaman tersebut, disatukan menjadi satu kekuatan untuk membangun Kalbar ini dengan aman, nyaman dan cerdas.(*)

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas