Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Total Uang yang Diraup PDIP dari Registrasi Peserta Fit and Proper Test Kandidat Gubernur DKI

Hasto menjelaskan, biaya registrasi tersebut untuk membiayai gelaran uji kelayakan dan kepatutan tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lendy Ramadhan
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada fit and proper test atau uji kelayakan yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), para peserta dipungut biaya seharga Rp 5 juta.

Biaya tersebut menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto sebagai registrasi para peserta.

Lebih jauh Hasto menjelaskan, biaya registrasi tersebut untuk membiayai gelaran uji kelayakan dan kepatutan tersebut.

Sebagaimana diketahui DPP PDIP menggelar uji kelayakan dan kepatutan untuk menyeleksi kandidar Gubernur DKI Jakarta yang akan diusung pada pilkada DKI Jakarta 2017, di Kantornya, Jl. Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2016).

Dalam uji kelayakan dan kepatutan tersebut jumlah peserta total sebanyak 34 orang.

Bila dijumlah PDIP mendapatkan uang sebesar Rp 170 juta.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejumlah tokoh yang telah mendaftar mengikuti acara tersebut, di antaranya: Ahli Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (H.Lulung).

Berdasarkan keterangan seorang penguji yang sekaligus Angota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Budiman Sudjatmiko, materi yang diuji di antaranya, pemahaman ideologi negara, Pancasila dan materi seputar pemecahan permasalahan ibu kota, seperti kawasan kumuh.

"Ideologi Pancasila, kemudian penguasaan atas problem dan potensi Jakarta, dan kemudian kita kasih contoh-contoh kasus. Kita membayangkan sebuah kasus," katanya.

"Karena kan ini calon pemimpin eksekutif, jadi decision making process-nya bagaimana sih? Sekuat apa? Seakurat apa? Keberpihakannya bagaimana? begitu yah," tambahnya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas