Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gelar Aksi Bersih-bersih Tugu Dotu Lolong Lasut

Pada pondasi pagar tugu yang dicat putih hitam seperti trotoar, tertutup tanah setinggi betis orang dewasa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Tribun Manado, Alexander Pattyranie

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Lembaga Swadayah Masyarakat (LSM) Maesa'an Tou Malesung, membersihkan Tugu Dotu Lolong Lasut di Jalan Dotu Lolong Lasut, Kecamatan Wenang Manado Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (27/5/2016).

"Ini merupakan langkah awal dari Maesa'an Tou Maleung, peduli akan budaya dan pariwisata membantu pemerintah menjaga kebersihan, keindahan kemudian bagaimana kita menjaga objek-objek bersejarah bahkan memiliki nilai-nilai budaya," ujar Ketua Umum Maesa'an Tou Malesung Meiyer Tanod di sela kegiatan, Jumat (27/5) pagi.

Sejak pukul 09.00 Wita mereka berkumpul di lokasi yang tampaknya sudah lama belum dibersihkan.

Sejumlah anggota LSM ini kemudian menyambangi beberapa toko yang berada di samping tugu itu hanya untuk meminjam alat-alat pendukung membersihkan tugu.

Dari pengamatan Tribun Manado, pada pondasi pagar tugu yang dicat putih hitam seperti trotoar, tertutup tanah setinggi betis orang dewasa.

Tak lama kemudian mereka bekerja bersama-sama mulai menggali tanah itu, pecahan kaca dan sampah pun ikut terangkat lalu mereka masukan ke dalam karung.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara, anggota lainnya menggunakan alat untuk mencukur karat yang menempel pada pagar tugu berbahan besi yang dicat biru.

Setelah bersih, para anggota lainnya mencampur cat yang mereka bawa, pada pagar dicat kembali menjadi merah darah, pada tiang beton pagar yang sebelumnya putih menjadi hitam.

Sedangkan pada tugu yang awalnya dicat putih, dicat kembali warna putih sehingga terlihat jadi bersih.

"Mudah-mudahan ini jadi langkah awal yang ditunjang pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat yang ada bisa mengembangkan Sulut," harap Tanod.

Menurut Panglima Maesa'an Tou Minahasa Franky Najoan, kegiatan itu untuk memberi contoh kepada LSM lain supaya memperhatikan cagar budaya yang ada.

"Supaya Minahasa bersatu, ke depan budaya terus tetap terjaga," harap pria yang akrab disapa Angky Waseng ini. (*)

Sumber: Tribun Manado
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas