Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kronologi Gubernur Ahok Marah-marah dan Usir Wartawan: Kamu Nggak Boleh Masuk Sini Lagi

"Saya tegasin, kamu juga tidak usah nekan-nekan saya rekan media, saya tidak pernah takut, sama kayak Tempo, mana dari Tempo?".

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan dan Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meluapkan emosinya saat ditanya seorang pewarta.

Ahok merasa pertanyaan itu mengadu domba.

Awalnya, Ahok dikonfirmasi soal tudingan dari Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Junimart Giersang.

Tudingan itu mengenai relawan Teman Ahok yang disebut Junimart menerima uang senilai Rp 30 miliar dari pengembang proyek reklamasi di Teluk Jakarta.

Dikonfirmasi soal itu, Ahok membantahnya.

Dia menyebut tidak mungkin menerima suap dari pengembang reklamasi.

Ahok mengatakan bahwa dia merupakan pejabat bersih.

Dari menjabat dari Bupati Belitung Timur hingga menjadi Gubernur DKI, kata dia, memperjuangkan anti-korupsi dengan mengusulkan agar pejabat yang ada di seluruh Indonesia harus membuktikan hartanya berasal dari mana atau disebut Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

"Saya konsisten dari Bupati sampai DPR RI, sampai sekarang. Konsisten saya teriak-teriak itu. Saya adalah pejabat yang mengatakan kunci memberantas korupsi adalah tidak boleh ada transaksi tunai, seluruh Indonesia," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2016).

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Lendy Ramadhan
Editor: Mohamad Yoenus
  Loading comments...

Baca Juga

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas