Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pedagang Tempe Dirampok, Pelakunya Mengaku Polisi yang Sedang Razia

Selain di Bandar Lampung, mereka juga beraksi di Natar dan di Sumatera Selatan.

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Wakos Reza Gautama

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Tim khusus anti bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung meringkus dua tersangka kasus perampokan bersenjata api yang beraksi lintas provinsi.

Mereka di tempat persembunyiannya di Natar, Lampung Selatan dan di Lampung Tengah.

Pelaku diketahui bernama Andi Yansyah (30), warga Natar, Lampung Selatan; dan Badri (36), warga Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Dery Agung Wijaya mengatakan, kedua tersangka merupakan komplotan perampok yang sasarannya adalah mobil yang mengangkut barang dagangan.

Menurut Dery, keduanya beraksi di beberapa wilayah. "Selain di Bandar Lampung, mereka juga beraksi di Natar dan di Sumatera Selatan," kata Dery, Selasa (30/8/2016).

Barang bukti yang disita berupa dua unit mobil milik korban dan tersangka, satu pucuk senjata api rakitan, enam butir amunisi, beberapa bilah senjata tajam, lakban, telepon seluler, kunci T.

Dery Agung Wijaya mengatakan, Andi dan Badri terbilang sadis dalam melakukan aksinya. Komplotan perampok lintas provinsi ini, tutur Dery, tak segan melukai korbannya.

Salah satu korbannya adalah Sobirin, pedagang tempe. Peristiwa terjadi pada 23 Agustus 2016 sekitar pukul 04.00 WIB. Ketika itu Sobirin mengendarai mobil hendak menjual dagangannya ke pasar-pasar di Bandar Lampung.

Sampai di daerah Panjang, komplotan Andi menghentikan laju kendaraan Sobirin. “Mereka mengaku sebagai anggota polisi mau melakukan razia,” ujar Dery.

Pada saat itu, salah satu pelaku menodongkan senjata api ke Sobirin. Komplotan ini lalu mengikat kaki dan tangan korban dan menutup mata korban menggunakan lakban.

Dery mengatakan, kawanan ini memasukkan Sobirin ke dalam mobilnya. Korban sempat melakukan perlawanan dibalas para pelaku dengan pukulan di kepala menggunakan gagang senjata api.

“Kepala korban mengalami bocor,” ucap Dery. Komplotan ini lalu membuang Sobirin di pinggir Jalan Soekarno Hatta, Way Halim.

Para tersangka membawa kabur mobil korban yang berisi barang dagangan. Beruntung korban berhasil melepaskan ikatan di tangan dan kakinya. Sobirin lalu melapor ke Polresta Bandar Lampung.

Berdasarkan laporan korban, aparat kepolisian meringkus Andi dan Badri di tempat persembunyiannya di Natar, Lampung Selatan dan di Lampung Tengah.(*)

Penulis: Wakos Reza Gautama
Editor: Willem Jonata
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas