Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bukan Cuma Perang, Ini 5 Hal yang Diwariskan Kekaisaran Mongol untuk Dunia Modern

Kekaisaran Mongol yang terkenal kejam dengan pedangnya, ternyata mewariskan banyak hal untuk peradaban modern.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Bukan Cuma Perang, Ini 5 Hal yang Diwariskan Kekaisaran Mongol untuk Dunia Modern
Shutterstock
PATUNG GENGHIS KHAN - Patung Genghis Khan di dekat Istana Mongolia di Ibu Kota Ulaanbaatar. Kekaisaran Mongol yang terkenal kejam dengan pedangnya, ternyata mewariskan banyak hal untuk peradaban modern. 

TRIBUNNEWS.COM - Jauh sebelum internet menghubungkan dunia, ada satu kekuatan raksasa yang sudah berhasil "menyatukan" bumi dengan cara yang sangat ekstrem: Kekaisaran Mongol.

Banyak orang mengenal mereka hanya sebagai pasukan berkuda yang hobi berperang dan menghancurkan kota. Padahal, kalau bukan karena ekspansi gila-gilaan anak cucu Genghis Khan ini, mungkin teknologi yang kita pakai sekarang tidak akan pernah sampai ke tangan kita.

Bisa dibilang, bangsa Mongol adalah ‘kurir’ global pertama di dunia. Dari pemanah maut hingga ilmuwan jenius, mereka memindahkan ide, barang, bahkan teknologi dari ujung China sampai ke Eropa.

Penasaran bagaimana bangsa yang dikenal beringas ini ternyata punya andil besar dalam menciptakan uang kertas hingga sistem militer modern? 

Melansir dari catatan sejarah history.com, berikut 5 fakta mengejutkan tentang pengaruh Kekaisaran Mongol bagi teknologi dunia:

  1. Mempelopori Pusat Penelitian Ilmiah

    Bagi para pemimpin Mongol, intelektual adalah aset yang paling berharga. Pada tahun 1260-an, Hulegu (cucu Genghis Khan) mendirikan pusat penelitian di Maragha (sekarang di Iran).

    Awalnya, Kekaisaran Mongol hanya berfokus pada alkimia dan astrologi untuk memperpanjang usia Sultan, namun ternyata perkumpulan para pemikir justru membuahkan kemajuan besar di bidang trigonometri.

    Bersama astronom Persia Nasir al-Din al-Tusi, mereka pun membangun Observatorium Maragha yang menjadi salah satu pusat penelitian tercanggih pada masanya.  

  2. Mempercepat Penyebaran Bubuk Mesiu (Gunpowder)

    Kekaisaran Mongol menurut history.com, dikenal aktif membuka pasar-pasar baru dan membawa komoditas dari satu negara untuk diperkenalkan ke negara lain. Hal ini membuat peradaban ekonomi berkembang pesat, salah satunya bubuk mesiu saat mereka menaklukkan China pada tahun 1279.

    Rekomendasi Untuk Anda

    Dalam buku The Mongol Art of War tulisan Timothy May, bubuk mesiu mulai menyebar dari China ke dunia luar pada periode Kekaisaran Mongol. Penyebarannya dimulai dari Mediterania, Kekaisaran Bizantium, dunia Kristen Barat, serta berbagai belahan dunia lainnya. 

  3. Pertukaran Teknologi Senjata Berat

    Jika bubuk mesiu bergerak ke Barat, teknologi lain bergerak ke Timur. Pada 1270-an, penguasa Mongol mengirim insinyur Muslim dari Timur Tengah ke China untuk membantu menggulingkan Dinasti Song.

    Para insinyur ini membawa teknologi trebuchet (katapel raksasa) penyeimbang yang sebelumnya dikembangkan di Timur Tengah selama Perang Salib. Hal ini membuktikan adanya pertukaran teknologi militer lintas benua yang sangat masif.

  4. Eksperimen Uang Kertas

    Mongol tercatat sebagai salah satu entitas yang berani bereksperimen dengan uang kertas, yang awalnya berasal dari China.

    Di Tabriz (pusat perdagangan di Timur Tengah), pemimpin Mongol memaksa masyarakat menggunakan mata uang baru ini dengan ancaman hukuman mati. Meski awalnya gagal karena kurangnya kepercayaan masyarakat, langkah ini menunjukkan ambisi Mongol untuk memodernisasi sistem ekonomi dunia.

  5. Organisasi Militer Sistem Desimal yang Efisien

    Sistem militer Mongol yang tangguh membuat musuh-musuhnya gemetar sekaligus belajar. Mereka menggunakan sistem desimal: regu 10 tentara diorganisir menjadi kompi 100, lalu batalyon 1.000, dan seterusnya.

    Seorang biarawan, John of Plano Carpini, yang diutus Paus Innocentius IV, menyarankan penguasa Kristen di Eropa untuk meniru sistem ini jika ingin mengalahkan Mongol. Meski awalnya diabaikan, sistem organisasi efisien ini kemudian diadopsi oleh banyak kekuatan besar di dunia.

Seiring berjalannya waktu, kekaisaran raksasa ini memang akhirnya pecah dan memudar karena perebutan kekuasaan internal. Namun, dunia yang kita tinggali sekarang sebenarnya berhutang banyak pada jejak kaki kuda pasukan Mongol.

Tanpa sistem "kurir" antarbenua yang mereka ciptakan, mungkin perkembangan ilmu pengetahuan, sistem uang, hingga strategi militer dunia akan butuh waktu ratusan tahun lebih lama untuk maju. 

Mereka membuktikan bahwa meski dimulai dengan pedang, warisan yang tertinggal justru berupa ide dan inovasi yang masih kita rasakan manfaatnya sampai hari ini.

Kekaisaran Mongol mungkin sudah jadi sejarah, tapi ‘DNA’ inovasi mereka tetap hidup dalam setiap lembar uang kertas di dompet kita dan sistem organisasi yang kita gunakan sehari-hari.

Baca juga: Sejarah Hari Filateli Nasional 29 Maret 2026: Perkembangan di Era Digital & Minat Generasi Muda

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas