Napi Rutan Tandai Penjaga Penjara yang Diskriminatif
Kerusuhan di Lempaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasar, Bali yang terus berlanjut rupanya dipicu kebencian para
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kerusuhan di Lempaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasar, Bali yang terus berlanjut rupanya dipicu kebencian para narapidana (Napi) terhadap petugas Rutan yang dinilai kerap bertindak diskriminatif terhadap para Napi.
Sikap para petugas jaga Rutan yang menjadi sebab kebencian dicontohkan berupa seperti meminta uang kepada pembesuk tahanan. Selain itu, ada tahanan yang bisa masuk-keluar karena memberikan uang pada penjaga.
"Mereka juga sudah menandai petugas Lapas (Rutan) dan intinya mereka emosi kok ini masih jaga lagi," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2012).
Kini apa yang diungkapkan para Napi, sedang didalami pihak Rutan untuk diselidiki kebenarannya.
"(Masalah pungli) diselesaikan secara internal dulu oleh Lapas. Bagimana mekanismenya? Ini kan perlu dievaluasi. Kami kedepankan (cara) Lapas untuk evaluasi di sana," jelasnya.
Sebelumnya, Selasa (21/2/2012) Rutan Kerobokan diamuk napinya. Kejadian tersebut dipicu adanya penusukan oleh sesama napi di Rutan yang dihuni 1030 orang tersebut.
Setelah diredam, kemudian pihak pemerintah, kepolisian, dan rutan melakukan dialog sehingga tercapai tiga kesepakatan diantaranya, perubahan sitem dalam Rutan, tidak ada dis kriminasi antar sesama penguhuni rutan, dan meminta Karutan diganti karena dianggap sebagai pemicu kerusuhan.