Melihat Ruang Kelas Tahan Gempa dari Plastik Daur Ulang di SDN 2 Pohgading Lombok Timur
Classroom of Hope telah membangun 50 Sekolah Blok, 184 ruang kelas, 104 toilet di Lombok menggunakan sekira 263 ton plastik daur ulang.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- SDN 2 Pohgading, Lombok Timur, kini memiliki ruang kelas tahan gempa berbahan blok plastik daur ulang setelah bangunan lama rusak akibat gempa 2018.
- Program Classroom of Hope dan Australia membangun sekolah yang menyerap sekitar 1,5 ton plastik per kelas dengan konstruksi cepat dan ramah lingkungan.
- Hingga 2026, telah dibangun 50 Sekolah Blok, 184 ruang kelas, dan 104 toilet di Lombok menggunakan 263 ton plastik daur ulang yang bermanfaat bagi 8.904 siswa.
TRIBUNNEWS.COM, MATARAM - Gempa berkekuatan 6,4 M yang melanda Lombok pada Juli 2018 lalu turut menyebabkan sejumlah ruang kelas di SDN 2 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) porak poranda.
Meski bantuan ruang kelas sementara semi permanen telah didirikan di sekolah itu, namun keadaannya belum cukup layak.
Pantauan Reporter Tribunnews.com Gita Irawan di lokasi pada Rabu (10/6/2026), ruang kelas semi-permanen itu memiliki pencahayaan yang minim.
Baca juga: Saat Konjen Australia Masuk Gang Sempit di Lombok Timur, Jajal Parut Pisang Kepok di Rumah Inaq Suma
Ruang kelas itu tampak tidak memiliki langit-langit sehingga struktur atap berupa baja ringan terlihat semrawut.
Selain itu, terdapat lubang di lantai kelas hingga jendela yang hanya terbuat dari kawat.
Meski begitu, ruang kelas itu masih dipakai hingga saat ini.
Hanya beberapa meter dari kelas sementara itu, terlihat sebuah bangunan berwarna hijau yang mencolok.
Bangunan itu disebut Block School atau Sekolah Blok yang dibuat dari blok-blok plastik daur ulang.
Blok-blok plastik yang diproduksi Block Solutions Indonesia yang pabriknya berada di Karawang dan Mataram itu kemudian disusun menyerupai lego.
Terdapat empat ruang kelas berukuran 6 meter x 8 meter di bangunan itu lengkap dengan jendela kaca dengan rangka aluminum senada dengan pintu kelas yang juga berbahan aluminium berwarna putih.
Pada setiap kelas terdapat kipas angin agar sirkulasi udara tetap terjaga dan siswa bisa belajar dengan nyaman.
Selain itu, terlihat juga meja dan kursi belajar berwarna biru yang mencolok.
Meja dan kursi belajar itu juga dibuat dari plastik daur ulang dengan rangka besi.
Di dalam ruang kelas juga terdapat sebuah papan tulis.