SBY Dua Hari Tulis Pidato untuk 16 Agustus
Usai Lebaran, wajah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlihat lebih berseri-seri ketimbang hari biasanya.
Penulis:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Usai Lebaran, wajah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlihat lebih berseri-seri ketimbang hari biasanya.
Usai menerima Perdana Menteri Kepulauan Solomon Gordon Darcy Lilo di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (12/8/2013) sore, SBY lebih dulu menyapa para wartawan.
"Apa kabar?" Tanya SBY kepada wartawan yang berkerumun depan Istana Bogor.
"Baik, Pak," jawab wartawan.
Tak lama, SBY melanjutkan basa-basinya.
"Kita tidak sahur lagi ya?" kata SBY disambut tawa wartawan.
SBY kemudian mengatakan, dalam dua hari terakhir dirinya sibuk menulis pidato kenegaraan tentang nota keuangan dan RAPBN 2014, yang akan dibacakan di sidang paripurna DPR tanggal 16 Agustus nanti.
"Saya persiapan dua hari menulis pidato," ungkap SBY.
Keceriaan SBY sore ini mungkin disebabkan prestasi atlet bulu tangkis Indonesia yang merebut dua gelar di Kejuaraan Dunia Bulutangkis di Guangzhou, Cina, Minggu (11/8/2013) kemarin.
SBY yang menonton langsung pertandingan itu melalui layar televisi, langsung menelepon dua atlet nasional yang bertanding dan menyampaikan kebanggaan kepada mereka.
SBY bahkan secara khusus mengungkapkan kegembiraannya kepada wartawan sore tadi.
Sayang, keceriaan SBY sedikit ternodai dengan matinya mikrofon dan alat pengeras suara yang ia pakai sore tadi, untuk berbicara kepada wartawan.
Mengenai susunan pidato yang akan disampaikan nanti, beberapa hari terkahir terus disiapkan oleh SBY, termasuk dengan memanggil sejumlah menteri ke kediamannya di Cikeas dan Cipanas.
Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis berpendapat, pidato kenegaraan Presiden SBY tentang nota keuangan dan RAPBN 2014 yang akan dibacakan di Sidang Paripurna DPR tanggal 16 Agustus, adalah kesempatan terakhir bagi SBY untuk membuktikan janji-janji kampanyenya pada 2009.
"Salah satu yang terpenting adalah pertumbuhan ekonomi harus mencapai tujuh persen di tahun 2014. Dalam pembicaraan pendahuluan tentang pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2014, hal itu tidak tergambarkan," tutur Harry Azhar kepada Tribunnews.com, Senin (12/8/2013).