Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Menteri Luar Negeri Indonesia Jalin Komunikasi Dengan Sekjen PBB Sampaikan Kecaman Terkait Rohingya

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi telah menjalin koordinasi dengan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Menteri Luar Negeri Indonesia Jalin Komunikasi Dengan Sekjen PBB Sampaikan Kecaman Terkait Rohingya
Tribunnews.com/ Rizal Bomantama
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung saat ditemui dalam acara pernikahan putra-putri Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi telah menjalin koordinasi dengan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres.

Koordinasi dilakukan menyikapi konflik antaretnis di negara bagian Rakhine, Myanmar yang kembali bergejolak.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan Menteri Retno juga sudah berkoordinasi dengan utusan khusus PBB untuk Rohingya, Koffi Annan.

Baca: PDI Perjuangan Kecam Penindasan Etnis Rohingya

"Pemerintah melalui Menlu sudah berkoordinasi dengan Sekjen PBB dan utusan khusus PBB untuk Rohingya, Koffi Annan untuk menyampaikan kecaman kami atas kejadian tersebut," kata Pramono Anung di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9/2017).

Lanjut Pramono Anung langkah diplomasi yang dilakukan Melu RI sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berita Rekomendasi

"Tindakan itu sudah sesuai instruksi Presiden RI dan kami meminta pemerintah Myanmar serius menyelesaikan masalah tersebut karena sudah menjadi perhatian dunia," ujar Pramono Anung.

Pramono mengatakan Presiden dan Menlu menitikberatkan pada perhatian serius pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Karena kerusuhan etnis muslim Rohingya dan etnis Buddha yang menjadi mayoritas di negeri yang dulu bernama Burma itu sudah berlangsung berkali-kali.

"Sikap kita jelas pengungsi harus ditangani dan pelaku harus diinvestigasi karena peristiwa ini bukan pertama kalinya," kata Pramono.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas