Dedikasikan Ilmu ke Generasi Muda, Praktisi Ini Tempuh S3 di Universitas Ciputra
Praktisi 35 Tahun Lanjut Doktor di Universitas Ciputra, Ini Alasannya.
Tribunnews.com - Menjelang masa pensiun setelah 35 tahun berkarier di industri, Ahmad Jakfar memilih melanjutkan studi ke jenjang doktoral di Program Doktor Manajemen & Entrepreneurship Universitas Ciputra (UC) Surabaya.
Keputusan itu bukan semata mengejar gelar, melainkan bentuk komitmen untuk mendedikasikan pengalaman profesionalnya secara lebih berkualitas kepada generasi muda.
“Saya kebetulan pegawai Semen Indonesia dalam penugasan di PT Kawasan Industri Gresik dan sebentar lagi memasuki masa pensiun. Praktisi itu ingin mendedikasikan pengalaman profesionalnya kepada generasi muda. Supaya berkualitas, tentu kemampuan saya juga harus diasah lagi. Tidak cukup hanya S2 sebagai dosen, tetapi harus S3,” ujar bapak tiga anak ini.
Pria yang telah bekerja sejak usia 20 tahun di Semen Indonesia itu mengaku memiliki kedekatan emosional dengan UC.
Ia berdomisili di Gresik dan sejak muda sudah tertarik dengan kampus yang dikenal kuat dalam bidang entrepreneurship tersebut.
Bahkan, anak pertamanya merupakan lulusan UC, sementara anak ketiganya saat ini merupakan mahasiwa tingkat akhir di UC.
“Dari dulu saya memang sangat tertarik di UC karena sangat entrepreneur. Lingkungannya saya suka, dosen-dosennya juga inspiratif. Karya-karya Pak Ciputra juga menjadi inspirasi bagi saya. Fasilitas dan materinya tidak kalah dengan universitas negeri,” kata Ahmad.
Sempat mempertimbangkan perguruan tinggi negeri, Ahmad Jakfar akhirnya merasa lebih cocok dengan atmosfer akademik UC.
Menurutnya, sistem pembelajaran di Program Doktor Manajemen & Entrepreneurship dirancang jelas dengan target dan timeline yang terukur.
“Tidak terlalu spaneng, tapi target dan timeline-nya jelas. Tugas-tugas diarahkan selesai dalam tiga tahun. Programnya juga banyak yang daring, jadi lebih praktis bagi profesional seperti saya. Setiap minggu ada koordinasi dan bimbingan,” jelasnya.
Ahmad menilai, fleksibilitas tersebut penting, terutama di usianya saat ini yang membutuhkan manajemen waktu lebih adaptif.
Dari sisi teknologi, ia merasa tidak mengalami kendala berarti dalam mengikuti sistem pembelajaran digital yang diterapkan kampus.
Dalam penelitian doktoralnya, Ahmad mengambil fokus manajemen strategis kawasan industri di Indonesia.
Topik tersebut disesuaikan setelah melalui kolokium awal dan mendapatkan arahan perbaikan dari para pembimbing agar risetnya lebih terarah hingga ujian terbuka dan publikasi internasional.
“Sekarang saya sesuaikan ke manajemen strategis dengan sampel kawasan industri di Indonesia. Berdasarkan data 2025, ada sekitar 120 kawasan industri yang terdaftar di Himpunan Kawasan Industri Indonesia. Ini menjadi ruang penelitian yang sangat luas,” terangnya.
Menurutnya, studi doktoral ini juga membuka peluang jejaring profesional yang lebih luas, sejalan dengan spesialisasinya di bidang manajemen strategis kawasan industri. Dengan bimbingan dosen, ia optimistis mampu menuntaskan riset sekaligus publikasi ilmiah yang ditargetkan.
“Memang manajemen waktunya lumayan karena saya juga masih bekerja. Namun, kami satu angkatan sudah membentuk grup untuk saling mendukung karena setelah semester tiga akan lebih sulit bertemu rutin,” katanya.
Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam perjalanan akademiknya. Sang istri disebut sangat mendukung keputusan melanjutkan S3, begitu pula anak-anaknya yang kerap membantu, terutama dalam hal teknologi dan literasi jurnal.
“Nanti kalau ada tugas berat dibantu dari sisi IT atau literasi jurnal. Itu kan butuh generasi sekarang supaya lebih cepat,” ujarnya.
Dengan latar belakang S1 dan S2 di bidang pemasaran, Ahmad Jakfar merasa jalur S3 Manajemen & Entrepreneurship di UC menjadi pilihan tepat karena memiliki nilai tambah kewirausahaan.
Selain berkarier sebagai praktisi dan dosen, ia juga memiliki jiwa marketing dan terlibat sebagai komisaris di perusahaan agen properti bersama keluarganya.
Ia pun merekomendasikan Program Doktor Universitas Ciputra bagi para profesional yang ingin melanjutkan studi tanpa meninggalkan karier.
“Saya selalu cerita ke teman-teman, program ini memudahkan profesional. Kalau memang ingin meningkatkan kapasitas dan mendedikasikan pengalaman kerja dengan lebih bermakna, saya sarankan ke UC,” tegasnya.
Bagi Ahmad Jakfar, gelar doktor bukan sekadar capaian akademik, melainkan jembatan untuk mengubah pengalaman panjang di industri menjadi kontribusi ilmiah dan inspirasi bagi generasi penerus.
Baca tanpa iklan