Pulau Cocos berada di tengah-tengah Samudra Hindia, yang masih berada di bawah wilayah Australia. Pulau ini bisa dicapai sekitar 3.000 kilometer sebelah barat laut kota Perth. Pulau ini menawarkan keindahan alam dan kesederhanaan hidup.
Pulau Cocos, yang juga dikenal Pulau Keeling mungkin luasnya tidak melebihi 14 kilometer persegi.
Pulau yang memberlakukan hukum yang berlaku di negara bagian Australia Barat dengan kesatuan polisi dari Kepolisian Federal Australia (AFP), dan mencoblos di daerah pemilihan Kawasan Utara Australia.
Pulau ini mungkin tidak terlalu popular sebagai kawasan wisata, namun Pulau Cocos memiliki pemandangan yang luar biasa, dengan pasir putih, pohon kelapa yang subur dan air laut yang sangat biru, seperti layaknya di film-filim.
Ada beberapa pulau kecil di kawasan ini, tetapi hanya dua pulau utama yang ditinggali, yakni di sebelah barat dan selatan.
Di Pulau sebelah barat, ada sekitar 120 warga Australia dan sejumlah ekspatriat. Akomodasi bagi para turis juga bisa dietmukan disini.
Tak hanya itu, di pulau ini pun terdapat sekolah dan bandara udara.
Sementara di pulau utama sebelah selatan, ada sekitar 500 warga yang tinggal, dan kebanyakan memiliki keturunan Melayu.
Warga keturunan Melayu ini berasal dari mereka yang pernah dikirim ke Pulau Cocos di tahun 1826 sebagai budak.
Sementara para ekspatriat biasanya berada di pulau ini bekerja sebagai guru, di kantor polisi, atau bekerja di industri pariwisata.
Warga yang tinggal di pulau ini merasakan kebahagiaan seutuhnya dengan melihat bagaiman anak-anak pergi ke sekolah hanya menggunakan sepatu, atau tidak perlu mengunci mobil, atau mengunci rumah saat pergi.
Salah satunya adalah Jill Jules Bush yang bekerja paruh waktu di sebuah klink kesehatan dan kafe. Ia pun membantu sebuah restoran, jika ada waktu luang.
"Kita telah berada disini selama 11 tahun," ujar Jill. "Senang sekali dengan orang-orang disini dan gaya hidupnya sangat menyenangkan." tambahnya.
Baca tanpa iklan