Efektivitas kipas angin juga bergantung pada kemampuan seseorang untuk berkeringat, sesuatu yang berkurang dengan bertambahnya usia, yang merupakan salah satu alasan mengapa orang berumur sangat rentan terhadap ketegangan suhu.
"Jika Anda memiliki kapasitas fisiologis yang lebih rendah untuk berkeringat, maka batas-batas lingkungan di mana kipas angin bisa berguna akan berubah dan mungkin akan menjadi lebih rendah," kata Dr. Ollie.
Kelompok ilmuwan ini berharap untuk memperluas penelitian mereka untuk mengeksplorasi batas-batas tersebut, sekaligus melihat bagaimana kapasitas pendinginan kipas angin mungkin bisa tertolong oleh beberapa intervensi sederhana.
"Satu hal sederhana adalah mengambil spons basah dan basahi kepala, leher, lengan dll, yang kemudian memberikan keringat buatan dan itulah air yang bisa menguap dengan bantuan kipas angin," katanya.
"Kami mungkin bisa menggunakan sesuatu yang sangat sederhana seperti itu untuk menebus defisit keringat terkait usia," tambahnya.
Baca tanpa iklan