Tujuh tahun lalu lima orang warga di wilayah utara Hobart, Tasmania, memulai kegiatan jogging bersama. Kini pesertanya semakin banyak dari berbagai kalangan usia.
Kelompok bernama Best Foot Forward kini anggotanya lebih dari 30 orang, mulai dari yang usia 30-an hingga 80-an tahun.
Setiap hari Senin sore, mereka berkumpul untuk jalan bersama sembari ngobrol.
"Ini salah satu kelompok jogging terbesar di negara bagian ini," kata Greg White, salah satu pengelola kelompok itu. "Biasanya ada 20-an lebih peserta setiap minggunya, hujan, hujan es, atau cerah."
"Sebagian ada yang hanya setengah jalan, yang lainnya sampai selesai... tergantung kemampuan jalan masing-masing," ujarnya.
White bergabung dengan Best Foot Forward agar bisa tetap aktif setelah mengalami stroke hampir lima tahun lalu. "Ini juga merupakan kelompok sosial yang bagus," katanya.
"Anda berolahraga dan jalan, ngobrol, dan mencari kesenangan," kata White.
Ketika jogging di daerah Montrose Bay, seorang peserta bernama Carol Hucksley bergabung dengan White.
Hucksley sendiri masuk dalam kelompok ini setelah menjalani transplantasi paru-parunya.
"Saya mengalami pneumonia dan kemampuan paru-paruku tinggal 20 persen," ujarnya.
Hucksley mengatakan, dengan masuk kelompok jogging ini membantunya menjaga motivasi untuk berolahraga dan mencapai target pribadi terkait kebugaran.
"Saya menyelesaikan jogging 4 km untuk pertama kalinya (yang disebut) MONA walk bersama rekan-rekan," katanya.
"Mereka mendahului saya, tentunya, namun mereka menungguku di garis finish," ujar Hucksley. "Itu merupakan event terbesar pertamaku, saya senang sekali."
Berjalan bagi semua
Pengelola kelompok ini, Lynette Green, mengatakan mereka memilih lokasi jogging yang umumnya rata dan seimbang sehingga siapa saja bisa bergabung.
"Karena ada anggota yang mengalami sakit lutut, sakit punggung, serta lainnya makanya kami cenderung melakukan jogging di jalan yang rata," jelasnya.
Baca tanpa iklan