News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Restoran Indonesia di Australia Raih Penghargaan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebuah restoran kecil yang menghidangkan makanan Indonesia di kawasan pantai Cairns Esplenade, negara bagian Queensland, Australia, meraih penghargaan dari TripAdvisor untuk kategori tempat makan yang pas dengan bujet di Australia.

Restoran bernama Bagus Cafe ini dimiliki oleh pasangan Safwan dan Sri Muryani, keduanya asal Jawa Tengah, yang sudah tinggal di Australia sejak tahun 2008.

Bagus Cafe yang letaknya hanya kurang dari 10 menit menyetir dari bandara udara Cairns ini mengalahkan restoran-restoran ternama lainnya, seperti restoran Malaysia Mamak di Sydney dan Laksa King di Melbourne yang menyajikan makanan Singapura.

Shafwan (kanan) dan istrinya Sri Muryani (kedua dari kanan) bersama tamu lokal.

Foto: TripAdvisor, davecrawf (2014).

Safwan dan istrinya pertama kali ke Australia dengan niat istrinya yang ingin belajar memasak.

Sri pernah pernah belajar memasak masakan-masakan barat di Melbourne.

"Setelah selesai kami berdua ingin melanjutkan tinggal di Australia, saya sempat mencari kerja tapi enggak dapat-dapat," ujarnya saat berbincang dengan Erwin Renaldi dari Australia Plus.

"Karena persyaratan untuk mendapatkan izin menetap permanen, akhirnya kami memutuskan pindah ke Cairns."

Keputusan tersebut ternyata membuahkan hasil, terlebih setelah Shafwan membeli sebuah restoran kecil yang letaknya bersebelahan dengan pondok penginapan bagi para backpacker.

Safwan mengaku tidak bisa memasak dan ia hanya belajar dari orang-orang, termasuk dari kakaknya.

Tapi, nasi goreng, sate ayam, iga bakar, ikan bakar, dan bebek kremes kini menjadi menu yang paling banyak dipesan oleh konsumennya.

"Sementara saya memasak makanan Indonesia, istri saya memasak makanan breakfast [sarapan pagi]... jadi kami bagi-bagi tugas," ujarnya.

Membuka restoran di kawasan pantai di Australia, belum lagi jarang ditemukan warga Indonesia tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Safwan dan istrinya. Terlebih daging-daging yang disajikannya pun halal.

"Tapi tantangan sebenarnya adalah saya harus selalu fokus dan yakin," kata Safwan. "Saya menganggap konsumen saya sebagai saudara jadi saya tanya mereka bagaimana rasanya, selalu minta masukan."

"Malah yang menjadi penyemangat saya adalah jika ada konsumen yang makanannya habis, piringnya dikembalikan kepada saya dan mengucapkan terima kasih," tambahnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini