News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sambut Natal, Rumah Di Australia Ini Diubah Jadi 'Wonderland'

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang wanita Sydney telah mengabulkan keinginan Natal anak laki-lakinya, dengan mengubah rumahnya seperti Kutub Utara. Dibutukan lebih dari 100 ribu lampu untuk menghiasnya, setelah ia pernah memutuskan untuk menghentikan hiasan lampu Natal spektakuler di tahun 2014.

Setiap tahun, Helen, dan suaminya Kostas Mallikopolous menampilkan \'Christmas Wonderland\' di rumah mereka di kawasan Cremorne, Sydney Utara kepada ribuan orang.

Tapi pada tahun 2014, pasangan, berasal dari Yunani, mengumumkan tidak akan lagi menampilkan hiasan Natal yang luar biasa tersebut.Vicki Burnside, putri Helen, mengatakan keputusan tersebut dibuat setelah ibunya hampir saja meninggal saat memasang hiasan Natal beberapa tahun yang lalu.

"Sangat buruk. Ibu mencoba memasang penguin besar di atap rumah lalu dan jatuh beberapa meter ke tanah," kata Vicki.

"Dia dilarikan ke rumah sakit dan harus menghabiskan berbaring di sofa selama empat bulan, tidak melakukan apa-apa. Hal ini sulit karena ibu dan ayah juga memiliki sebuah kafe."

"Tapi tahun ini, ibu mendapat permintaan dari seorang anak kecil, memohon agar memasang lagi hiasan Natal dan ibu tidak bisa menolak, ia menjadi sangat bersemangat.

Helen Mallikopoulos dan keluarnya menghabiskan dua bulan untuk menghias rumahnya di Cremorne dengan 100.000 lampu-lampu Natal.

Foto: ABC News, Elena De Bruijne.

Keluarga Mallikopoulos menghabiskan dua bulan untuk menghias bagian luar rumah mereka di kawasan Cremorne, New South Wales.

Hiasannya pun cukup rumit, termasuk mesin \'pembuat salju\' untuk mendapat kesan di Kutub Utara, iluminasi Sinterklas dan malaikat di bagian atapnya.

Joanna Mercurio yang juga tinggal di jalan yang sama mengatakan tampilan hiasan Natal selalu membangun semangat Natal di lingkungannya.

"Sangat indah. Helen seperti Nyonya Sinterklas. Ia benar-benar mengajak orang kumpul bersama-sama dan itulah Natal yang seharusnya," katanya.Helen mengatakan kecintaanya pada musim liburan akhir tahun telah tumbuh saat ia masih anak-anak dan besar di Yunani.

"Saya pernah hampir tenggelam saat bersama adik saya mencari pohon Natal. Kami mencoba menyeberang sebuah sungai dengan naik keledai sambil membawa pohon, mendapat insiden," ujarnya,"Sejak itu Natal tidak terlalu ramah bagi saya, kemudian saya jatuh dari atap, tapi saya masih menyukainya," ujar Helen.

Sumbangan diberikan kepada penelitian kanker

Helen juga menghias bagian dalam rumahnya dengan ornamen Natal.

Foto: ABC News, Elena De Bruijne.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini