News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Supermodel China Lu Yan Mendesain Bahan Wool Australia

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

"Karena di China, setiap liburan seperti Natal, Tahun Baru, ada kebiasaan untuk mengenakan sesuatu berwarna merah." katanya sambil menunjukkan lima jenis pakaian berwarna merah, celana, jaket, sweater, dan gaun.

"Warna merah sangat berarti bagi warga China."

Koleksi China Rouge dari Comme Moi diluncurkan Natal lalu di China.

Supplied.

Lu Yan sangat terkenal di China.

Dibesarkan di sebuah desa kecil Jiang Xi di China, Lu Yan ditemukan oleh agen ketika dia berusia 18 tahun.

"Dua agen asal Perancis datang ke Beijing, dan mereka bertemu saya di lobi sebuah hotel dan mereka membujuk saya dengan mengatakan \'apakah kamu mau ke Paris untuk menjadi model." kata Lu Yan, menceritakan kembali awal karirnya.

"Bagi seseorang yang belum pernah ke luar dari China saat itu, ini adalah hal yang luar biasa." katanya.

Tidak seorang pun orang dari desanya memiliki paspor, apalagi pernah bepergian ke Eropa.

Lu Yan tidak bisa berbahasa Inggris atau Perancis ketika itu, namun dia berusaha keras untuk berhasil menjadi model.

Lu Yan ketika masih menjadi model.

Supplied.

"Mereka mengatakan saya orang yang special, mereka mengatakan saya akan mendapat banyak pekerjaan di Paris." kata Lu Yan sambil tersenyum lebar.

"Tetapi saat itu saya tidak berpikiran sama sekali akan menjadi terkenal, lebih bagaimana bisa mendapat uang untuk bertahan hidup."

Perjalanannya menjadi model tidak gampang begitu saja.

Lu Yan mengatakan dia tidak memiliki wajah yang lembut, hal yang dianggan sebagai cantik dan anggun di China.

"Sebenarnya dalam tradisi China, mereka tidak menyukai wajah saya, bagi mereka saya tidak mungkin jadi model."

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini