News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Passion Cafe Wadah Bersuara Bagi Perempuan Muslim di Adelaide

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

puDi Adelaide (Australia Selatan), sebuah forum bernama Passion Cafe menjadi ajang bagi perempuan muslim di negara bagian tersebut menyampaikan suara mereka, termasuk masalah rasisme di Australia dan juga mengatakan bahwa mereka tidaklah tertekan dalam hidup mereka.

Mencontoh hal yang sama yang sudah dilakukan di Melbourne beberapa tahun lalu oleh Dewan Islam di Victoria, sekarang Dewan Islam Australia Selatan menyelenggarakan forum bernama Passion Cafe tersebut, dimana para perempuan dari kalangan Muslim dan yang lainnya untuk bertemu tiga bulan sekali.

Dalam forum tersebut, mereka yang hadir diberi kesempatan selama tujuh menit untuk menyampaikan hal yang ingin mereka sampaikan,entah itu pengalaman pribadi atau yang lain.

Salah seorang diantaranya adalah seorang ibu beranak dua, Suraya Sara.

Suraya Sara

Sara mengatakan dia bangga dengan kepribadiannya yang \'ramai\', suka memberikan pendapat dan karenanya sebagian orang terheran-heran, karena dia kadang disebut \'tidak seperti perempuan muslim lainnya."

"Apakah saya terlihat sebagai orang tertekan dan tidak mampu bersuara?."

Sara berbicara mengenai perlakuan buruk yang diterimanya ketika kecil, hal yag menurutnya terjadi pada 1 dari lima orang, dan kebanyakan tidak berani untuk berbicara secara terbuka.

Sara mengatakan tekanan dan tidak bisa memberikan suara merupakan masalah yang dihadapi perempuan di mana saja, dan pendapat perempuan Muslim memang \'kadang tidak diperhatikan."

"Beberapa perempuan memutuskan untuk tidak mau berbicara karena masyarakat tidak menganggap mereka penting untuk didengar." katanya.

Menggunakan contoh aktivis muda asal Pakistan Malala Yousefzai, yang ditembak ketika dia melakukan kegiatan advokasi bagi hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan, Sara mengatakan perempuan saat ini sudah mulai berani keluar dari norma-norma sosial yang selama ini diharapkan dari mereka, dan membuat perubahan.

"Saat ini ada kebangkitan di kalangan perempuan Muslim yang memiliki suara yang kuat dan ingin keluar dari norma yang ada." katanya.

Sarah Idris

Sarah Idris bekerja sebagai radiographer di Adelaide.

ABC News: Sowaibah Hanafie

Bagi Sarah Idris, yang bekerja sebagai radiographer, yang sekarang sedang melanjutkan pendidikan S2, mendengar pengalaman perempuan lain yang sama dengannya, sangat membantu dirinya sendiri.

Dia mengatakan ketika dia mendapat pekerjaan, seorang temannya mengatakan dia mendapatkan pekerjaan tersebut, hanya karena tempatnya bekerja menerima perempuan Muslim untuk terlihat bahwa mereka menerima orang dari segala golongan.

"Saya adalah satu dari tiga orang yang diterima, dan tidak seorang pun mengatakan karena saya bagus dan memang layak diterima." kata Idris.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini