"Saya ingin mengucapkan terima kasih, saya juga mendapat manfaat dari program perawatan kesehatan, untuk operasi mata saya," katanya.
"Saya ingin berterima kasih padanya, meski saya tidak membawa bunga, saya benar-benar ingin memberinya injil, saya harap dia bersedia menerimanya."
Ahok dipandang sebagai pemimpin efektif, dari sebuah kota yang pernah dikenal \'bobrok\'.
Politisi berdarah China dan bergama Kristen ini kepopulerannya pernah melonjak dan bisa saja memenangkan pemilihan umum kembali, sebelum diserang kelompok konservatif dan lawan politik lainnya, karena diduga menghina agama Islam.
Mazaya, seorang warga Muslim di Jakarta, berada di tengah keramaian untuk menyapa Ahok. Sehari-harinya ia menggunakan kendaraan umum dan mengatakan proyek transportasi di bawah kepemimpinan Ahok membuat hidupnya lebih mudah.
"Saya merasa sedih, ia membangun dan merencanakan Jakarta yang lebih baik, membangun banyak taman untuk anak-anak, transportasi umum yang lebih baik, dan jalan-jalan baru. Tidak masalah jika ia bukanlah seorang Muslim,"
- Mazaya, warga Muslim Jakarta.
Penggemar lainnya, Restu Saraswati, membawa beberapa boneka mainan Nemo.
"Kami di sini karena kami mencintai kepribadian Ahok. Ia mungkin tidak menang dalam pemilihan, tapi ia telah memenangkan hati kami."
"Saya membawa Nemo dengan harapan akan ada lebih banyak \'ikan Nemo\' seperti Ahok, lahir di kota ini, di negara ini."
Ahok memiliki waktu enam bulan sebelum meninggalkan jabatannya sebagai gubernur. Keputusan pengadilan akan kasusnya akan dibacakan pada 9 Mei.
Diterbitkan oleh Erwin Renaldi pada 28/04/2017 pukul 09:45 AEST dari laporan berbahasa Inggris di sini.
Baca tanpa iklan