"Mungkin kami menampilkan foto berukuran mural dan memasangnya di gudang tua dan semacamnya," kata Galea.
Galea mengatakan ingin mengembalikan seni kepada warga bukan hanya dipajang dalam ruang pameran.
Penelitian Galea juga mengeksplorasi bagaimana kamera saat ini digunakan di Mongolia.
"Sebelumnya saya memberikan kamera kepada orang yang hidup secara nomaden sebagai penggembala dan sekarang tinggal di pusat kota. Saya memberi mereka kamera. Saya meminta mereka memotret kehidupan mereka sendiri. Saya tertarik bagaimana mereka menggunakan kamera, apa yang mereka foto dan bagaimana mereka menggunakan foto mereka di Mongolia, "katanya.
Diharapkan penjualan foto dan sponsor akan memberi kesempatan kepada pemuda Mongol lainnya untuk berkunjung ke Australia tahun depan.
"Foto-fotonya berbeda dengan foto saya. Namun dia menangkap esensi masyarakat dan pemandangan alam," kata Galea.
Delgerjargal sendiri berharap karyanya bisa menjadi sarana ampuh untuk memperlambat laju perubahan di pedesaan.
"Untuk menunjukkan bahwa ada kemungkinan bagi kita orang Mongol untuk hidup dengan cara yang dilakukan orang Australia," katanya.
"Jadi alih-alih beralih ke kota secara berlebihan kita bisa mempertahankan hidup dengan cara nomaden. Jika pun tidak dengan cara nomaden, namun masih di pedesaan di antara satwa liar yang indah," katanya.
Diterbitkan Jumat 14 Juli 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC News.
Baca tanpa iklan