Dari banyak tantangan yang dihadapi saat peselancar Taylor Lane memutuskan membuat papan selancar dari puntung rokok, hal yang paling mudah adalah menemukan jumlah puntung rokok sesuai yang dibutuhkan.
Hanya butuh waktu 10 hari bagi peselancar berbasis di Amerika Serikat ini untuk mengumpulkan 10.000 puntung rokok. Ia dibantu kelompok yang merawat lingkungan di kawasan pantai. Taylor merasa sedikit terkejut dengan apa yang dilihatnya setiap hari.
"Bila Anda berhenti untuk melihat sekeliling, Anda akan melihat puntung rokok hampir di mana-mana," kata Taylor.
"Dan semakin parah saat sampai di pantai."
"Tempat parkir penuh dengan puntung rokok, dan ratusan puntung terbawa ke laut lewat saluran air."
Taylor dan mitra desain Ben Judkins mendapat gagasan membuat papan selancar dari puntung rokok, setelah mengikuti sebuah kontes yang mengajak memanfaatkan sampah menjadi kerajinan yang bermanfaat berkaitan dengan selancar.
"Awalnya, saya pikir idenya agak tidak mungkin," kata Taylor.
"Tapi gagasan itu dengan cepat mulai terwujud dan setelah membuat sejenis protiipenya kemudian menjadi layak dan tak sabar lagi membuatnya."
Meski Taylor "tidak sepenuhnya terkejut" dengan seberapa cepat ia bisa mengumpulkan puntung rokok yang dibutuhkan, tapi ini membuktikan soal masalah sampah.
"Sangat mengejutkan berbicara dengan beberapa relawan yang mengumpulkan sampah di pantai secara rutin," kata Taylor.
"Beberapa dari mereka melaporkan bisa mengumpulkan 500 sampai 1.500 puntung rokok dalam waktu tiga sampai empat jam."
"Maksudnya, saya selalu menduga jika ini adalah sebuah masalah, tetapi jelas semakin membuka mata betapa besarnya masalah ini."
Papan seluncur menyebarkan pesan
Dengan puntung rokok yang dikumpulkan, Taylor mulai membuat papan selancar, mengisinya papannya dengan beberapa ratus puntung rokok.
Meski terlihat bagus, pada awalnya sempat gagal, saat papan malah terisi air saat berselancar.
Baca tanpa iklan