"Warga Timor Leste adalah orang-orang yang fantastis untuk diajak kerja bersama dan tingkat pengawasannya sangat tinggi. Mereka menghargai uangnya, mereka menghargai kesempatannya dan kami menghargai komitmen mereka untuk kembali dan mereka berusaha sangat keras," ujarnya.
"Tapi ada masalah dan hambatan besar yang harus dilakukan pebisnis untuk membawa mereka [pekerja] ke sini.”
"Proposal kami ditolak enam kali dan kami tahu petani kebun lain yang telah menarik diri dari program ini secara bersamaan karena ini memang sangat sulit."
Tou mengatakan bahwa ia telah memohon kepada Pemerintah untuk membuat proses aplikasi bagi para pekerja menjadi lebih sederhana.
"Tak ada petani yang saya ajak kerjasama punya keinginan untuk memanfaatkan siapapun," sebutnya.
"Kami ingin memberi mereka apa yang bisa kami berikan karena pekerja yang bahagia menimbulkan hasil yang bahagia untuk semua orang, jadi kami di sini untuk menjalankan bisnis kami, tidak memanfaatkan siapapun.”
"Jadi tolong ini adalah langkah yang sangat penting bagi seorang pemilik kebun untuk membuat pekerja mereka kembali.”
"Level birokrasinya sungguh tak tertahankan. Kami harus membayar staf penuh waktu untuk mengelola program ini.”
"Bagi kami, kami cukup mampu untuk melakukannya, tapi petani kecil yang baru memulai, mereka tak mungkin bisa melakukannya."
Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.
Baca tanpa iklan