"Satu-satunya alasan yang bisa saya pahami adalah ini perbuatan vandalisme. Saya rasa, seseorang mengira perbuatan ini lucu,” katanya.
"Saya pernah mengalami kerusakan sarang lebah di masa lalu, pernah sarang lebah saya dibakar, ada beberapa yang dicuri, tapi saya belum pernah mendapati sarang lebah saya diracuni.”
Nathan Woods, yang mengelola sekitar 800 sarang, merupakan salah satu dari sedikit peternak lebah komersil di Ujung Utara Australia.
Dia mengatakan bahwa hilangnya sebagian besar sarang lebahnya kemungkinan akan mempengaruhi industri semangka di dekatnya yang mengandalkan lebah untuk penyerbukan buah.
“Tidak banyaknya peternak lebah di sekitar kawasan ini dan ada cukup banyak semangka yang dibudidayakan di daerah itu, jadi pasti akan berpengaruh pada jumlah lebah yang bisa kami pelihara di peternakan," kata Woods.
Polisi NT mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan penyelidikan tentang peristiwa keracunan tersebut.
Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.
Baca tanpa iklan