"Sekitar 5 persen saham perumahan Australia dibeli dan dijual setiap tahunnya," tulisnya.
"Ini berarti bahwa hanya kejutan yang besar, yang sampai menyebabkan pemilik saham asing dalam jumlah yang tinggi bersedia menjual properti mereka di Australia, yang dapat menjadi faktor yang cukup signifikan untuk mendorong terjadinya harga jual property yang lebih rendah."
Bank ANZ juga memperingatkan bahwa analisis ini didasarkan pada angka hasil kajian Dewan Penanaman Modal Asing sejak tahun 1995-1996.
Rentang perkiraan yang luas ini mencerminkan ketidakpastian mengenai sejauh mana persetujuan terhadap pembeli asing beralih ke pembelian yang sebenarnya.
Data FIRB menunjukkan bahwa pada 2015-16, terjadi 40.100 pembelian properti oleh pembeli asing yang disetujui dengan total nilai mencapai $ 72,4 miliar.
Pembelian asing ini telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, dipimpin oleh para pembeli China, dengan nilai persetujuan yang diberikan pada 2015-2016 angkanya tiga setengah kali lebih besar dari lima tahun yang lalu.
Pada perkiraan absolut ANZ tentang jumlah itu diketahui aktivitas asing di sektor perumahan baru sepanjang tahun 2015-2016 paling banyak terjadi di Victoria, di mana pembeli luar negeri menyumbang 25-35 persen bangunan baru yang terjual.
Tapi saham kepemilikan asing di sektor property bisa lebih tinggi di Queensland, di mana ANZ memperkirakan jumlahnya antara 25 dan 35 persen.
Di New South Wales angkanya diketahui sebesar 15-20 persen.
Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.
Baca tanpa iklan