News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pria India Gugat Orang Tuanya Karena Melahirkan Dirinya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Buku pertamanya, Impertinence of Procreation (Ketidakpatutan Prokreasi), diterbitkan pada tahun 2000, menolak gagasan memiliki anak, karena alasan ekologis.

Tetapi akar anti-natalisme bisa ditelusuri kembali dari beberapa sekte Gnostisisme pada pergantian abad pertama dan kedua.

Sekte-sekte ini percaya bahwa keselamatan berasal dari pengetahuan, dan semua bentuk materi duniawi adalah jahat.

Beberapa interpretasi teks-teks Buddha awal juga membawa peringatan agar tidak membawa anak-anak ke dunia yang penuh dengan kesengsaraan dan penderitaan.

Pesan Raphael Samuel telah menjadi perhatian di India yang konservatif, di mana ada 1,5 juta anak yang lahir setiap bulannya.

"Inilah yang ingin saya sampaikan kepada semua orang; Anda punya pilihan untuk tidak punya anak," katanya.

"Bukankah memaksa seorang anak terlahir ke dunia ini dan kemudian memaksanya untuk berkarir merupakan penculikan dan perbudakan?."

Samuel mengatakan ia masih akan mencari pengacara yang bersedia menangani kasusnya.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini