"Secara internal, kualitas mereka semakin menurun dan tidak ada lagi sosok guru tempat mereka belajar jadi Bissu," jelasnya.
Dalam pandangan Professor Davies, minimnya orang yang mau jadi Bissu tidak terlepas dari meningkatnya kecenderungan homopobia dalam masyarakat Indonesia.
Dia berharap Pemerintah Indonesia untuk membuat kebijakan yang melindungi masyarakat dari latar belakang gender berbeda-beda.
Baca tanpa iklan