News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kunjungi Anak di Christchurch, Ayah Ini Malah Ditembak Teroris

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pada tahun 2011, gempa berkekuatan 6,3 menewaskan 185 orang di Christchurch dan psikolog klinis, Martin Dorahy, mengatakan kejadian itu masih "segar di ingatan" sejumlah penduduk setempat.

"Sudah delapan tahun, tetapi belum terasa selama itu," kata Dr Dorahy.

"Ada pembangunan kembali di sekitar kami, orang-orang terus melangkah tetapi mereka berjuang dan terus berjuang."

Ia mengatakan, peristiwa pada hari Jumat itu bisa memicu trauma tidak aktif yang diderita akibat gempa bumi.

"Ini benar-benar membangunkan kembali kenangan buruk bagi orang-orang yang belum bisa mengatasi gempa bumi," katanya.

" \'Jangan lagi, ini sulit. Bagaimana kami akan melewati ini? Apakah kami akan berhasil?\' - tipe pertanyaan itu muncul."

Tapi kali ini bukan bencana alam. Kali ini "sangat terencana".

"Kelompok yang merasa benar-benar ditargetkan oleh kejadian ini dan kelompok lain yang benar-benar merasa tak berdaya apa yang harus dilakukan kapan harus melakukannya - kapan harus terhubung, bagaimana bisa membantu," kata Dr Dorahy.

"Mencoba untuk memahami ini dengan cara yang berarti akan memakan waktu yang lama - rasanya jauh dari pemahaman warga."

Simak berita ini dalam bahas Inggris di sini.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini