Seluruh pekerja asing di Malaysia diharuskan menjalani tes viruis corona, saat Pemerintah Malaysia mulai melonggarkan aturan \'lockdown\' yang sudah berlangsung enam minggu.
Ribuan warga Malaysia memulai kembali kegiatan mereka hari Senin (4/5/2020) dengan bisnis dibuka kembali untuk pertama kalinya sejak adanya larangan yang dimulai 18 Maret lalu.
Menteri Keamanan Senior Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, mengatakan kepada wartawan bahwa pekerja asing di seluruh sektor sekarang harus menjalani tes virus corona.
Kebijakan ini diambil setelah penularan terjadi di kalangan pekerja migran di sebuah proyek bangunan di Kuala Lumpur minggu lalu.
"Yang membayar biaya tes adalah majikan tempat mereka bekerja," katanya.
Pengumuman tersebut muncul setelah di akhir pekan Malaysia menahan ratusan pekerja gelap, yang kemudian mendatangkan kritikan dari PBB dan kelompok HAM.
Menteri Yaakob sebelumnya membela upaya penahanan tersebut dengan mengatakan semua mereka yang ditangkap sudah dites dan hasilnya negatif.
Di negeri tetangga Singapura, ribuan kasus baru virus corona terjadi di pemukiman tempat tinggal pekerja migran asing.
Di Malaysia terdapat sekitar 2 juta pekerja asing yang sudah terdaftar, namun pihak berwenang mengatakan jumlah mereka yang tak memiliki dokumen sah lebih banyak lagi.
Para pekerja migran ini kebanyakan berasal dari Indonesia, Bangladesh, India dan Nepal
Meski kasus meningkat, pemerintah longgarkan aturan
Sampai pertengahan April, Malaysia memiliki kasus positif tertinggi COVID-19 di Asia Tenggara.
Hari Minggu tercatat ada 122 kasus baru, angka tertinggi sejak 14 April, dengan keseluruhan kasusnya adalah 6.300.
Menurut data dari Johns Hopkins University, jumlah kematian di Malaysia adalah 105.
Baca tanpa iklan