News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Anda Cenderung Narsis Jika Punya Alis Tebal, Kata Ilmuwan Peraih Penghargaan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

"Cerita tentang pria tersebut sejak dipublikasikan, telah banyak disinggung dalam dokumenter, buku, dan website," demikian disebutkan dalam penelitian tersebut.

"Meskipun banyak penelitian menunjukkan para pemburu memiliki banyak akal secara teknologi, inovatif, dan cerdas, kami menyarankan agar cerita etnografis tentang pria Inuit ini jangan dipakai untuk mendukung narasi tersebut."


Supplied: Swinburne University of Technology: Pisau yang terbuat dari kotoran manusia yang membeku sama sekali tak bisa digunakan memotong daging.

Pola getaran cacing

Fisikawan asal Australia, Ivan Maksymov dan pakar matematika terapan, Andriy Pototsky, keduanya dari Institut Teknologi Swinburne di Melbourne, juga memenangkan Ig Nobel tahun ini untuk penelitian mereka tentang cacing.

Suatu hari, Dr Maksymov sedang berkebun di rumahnya di kota regional Seymour di Victoria, menemukan beberapa ekor cacing tanah.

Saat itu dia memikirkan beberapa penelitian yang menunjukkan getaran dari tetesan air kadang-kadang bisa memanjang dan terlihat seperti cacing.

Dia tahu jika bejana air yang bergetar dapat membentuk pola indah yang disebut pola \'Faraday\'.

Dalam lamunannya, Dr Maksymov kemudian bertanya-tanya apa yang terjadi jika dia menggetarkan cacing-cacing, hewan yang memiliki banyak air dalam tubuhnya.

"Ini hanya rasa penasaran seorang fisikawan," ujarnya.

Dia pun meletakkan beberapa cacing di atas pengeras suara bass selama 30 detik dan menemukan versi getar dari pola Faraday yang sama muncul di permukaan tubuh mereka.

"Memang lucu tapi ini sains yang cukup serius," kata Dr Maksymov yang telah mempublikasikan temuannya dalam Nature Scientific Reports awal tahun ini.

Menurutnya, penelitian ini menambah pengetahuan soal bagaimana impuls saraf bergerak ke seluruh tubuh dan bisa bermanfaat untuk pengembangkan robot yang meniru gerakan cacing.

Dr Maksymov memastikan tidak ada cacing yang disakiti dalam penelitian ini, karena telah dibius sebelum menggetarkannya dengan pengeras suara.

Cacing-cacing tersebut kemudian dikembalikan ke habitatnya.

Diproduksi oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Science

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini