Kelompok sayap kanan Kurdish-iranian Hengaw adalah yang pertama kali melaporkan kepada publik kalau Armita Geravand sedang dirawat di rumah sakit.
Mereka menyebarkan foto perempuan berusia 16 tahun tersebut di media sosial, yang terlihat sedang tidak sadarkan diri dengan tabung pernapasan dan perban di kepalanya.
Muncul kekhawatiran Armita akan mengalami nasib yang sama dengan Mahsa Amini, yang meninggal akibat bentrok dengan polisi hingga menyebabkan gelombang unjuk rasa anti-pemerintah Iran.
Baca tanpa iklan