News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Redenominasi Rupiah

Sekjen Aprindo: Redenominasi Menyulitkan Peritel Kecil

Editor: Tjatur Wisanggeni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --
Sekjen Aprindo (Asosiasi Pengusaha Rritel Indonesia) Rudi Sumampouw mengatakan para peritel, terutama peritel kecil, akan sangat kewalahan kalau seandainya label harga dobel diberlakukan pada toko-toko yang menjual barang sebagai dampak dari redenominasi rupiah.

Penjelasan itu dikemukakan Rudy ketika dikonfirmasi Tribunnews.com dari Jakarta, Rabu (4/8/2010).

"Kita kira (redenenominasi) itu masih wacana dan pelaksanaannya butuh waktu. Itu berpengaruh di lapangan terutama perdagangan karena untuk memasang label price (harga) untuk sekian item harga barang  yang jumlahnya sekian ribu perlu dipersiapkan panjang," kata Rudy.

Sebelumnya Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan pihaknya akan memberikan masa transisi bagi semua pihak ketika memberlakukan redenominasi.
Kata Darmin nantinya  ada undang-undang (UU0 yang mengatur redenominasi rupiah dan tambahan Peraturan Pemerintah (PP) dari instansi terkait untuk pelaksanaan tekhnis di lapangan.

Misalnya ketika kebijakan ini diberlakukan, toko yang menjual barang dagangan membuat dua label harga barang untuk pecahan rupiah lama dan baru. Uang pecahan rupiah baru (hasil redenominasi) diberi cap (label) untuk membedakan uang rupiah lama. Jadi konsumen bisa membeli barang di toko dengan menggunakan rupiah lama dan rupiah baru.

Menurut Rudy, secara langsung aturan tekhnis seperti itu cukup menyulitkan namun kalau pemerintah memandang itu harus dilaksanakan para peritel pada dasarnya setuju sepanjang untuk kepentingan nasional dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

"Cuma perlu dipikirkan matang sehingga tidak berpengaruh ke kalangan bawah terutama peritel kecil. Jadi b anyak aspek harus dipertimbangkan dampak dari kebijakannya ini.  Kalau waktu dua tahun itu tidak cukup sosialisasi. Tahap persiapan saja, sosialisasi seperti apa, dan pelaksanaannya juga harus dipikirkan semuanya," kata Rudy. (aco)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini