Laporan Wartawan Tribunnnews.com, Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia memperkirakan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2010.
Hal ini akan ditopang sisi eksternal yang kondusif dan
permintaan domestik yang tetap kuat.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin
Nasution, dalam sambutannya, yang dibacakan Kepala Direktorat Riset dan Pengembangan BI, Sugeng, dalam "Seminar Market Outlook 2011",
mengatakan bahwa prospek perekonomian global yang melambat pada 2011
berdampak bagi prospek pertumbuhan ekonomi domestik di 2011.
Terutama,
imbuhnya, melalui net ekspor yang menurun sejalan dengan impor yang
diperkirakan mengalami peningkatan cukup tinggi.
"Diperkirakan,
perekonomian masih akan bertumpu pada permintaan domestik yang bersumber
dari masih kuatnya konsumsi rumah tangga, karena kuatnya keyakinan konsumen dan berlanjutnya perbaikan investasi yang didukung
oleh iklim investasi yang lebih kondusif serta perbaikan soverign credit
rating Indonesia menuju investment grade," jelasnya, di Balai Kartini,
Jakarta, Kamis (25/11/2010).
Lebih lanjut, Sugeng menyatakan, mempertimbangkan
berbagai hal tersebut, kata dia, ekonomi Indonesia di 2011 diperkirakan
dapat tumbuh dalam kisaran enam hingga 6,5 persen.
Sementara
itu, tekanan inflasi tahun 2011 mendatang diperkirakan dapat dijaga pada
kisaran target yang ditetapkan 5 persen ± 1 persen.
Pertumbuhan Ekonomi 2011 Diprediksi Lebih Tinggi dari 2010
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Anwar Sadat Guna
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan