TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengungkapkan realisasi BBM
bersubsidi sepanjang tahun ini, 90% didominasi oleh transportasi darat.
Dari jumlah tersebut sebagian besar dikonsumsi oleh mobil pribadi.
"Kami juga punya data 53% persen konsumsi premium diminum oleh
kendaraan pribadi plat hitam," ujar Tubagus pada rapat dengar pendapat
dengan Komisi VII DPR RI, Senin, (6/12).
Sisanya 40%
terdistribusi ke sepeda motor, 4% angkutan barang, dan 3% angkutan umum.
Tiga wilayah yang paling banyak mengonsumsi premium adalah Jawa Bali
tanpa Jabodetabek sebesar 41%, Jabodetabek sebesar 18%, dan Sumatera
(tidak termasuk kota besar) sebesar 18%.
Ketika ditanya lebih
lanjut apakah data yang dipaparkan tersebut mengarah pada opsi pertama
pembatasan BBM, Tubagus menegaskan hal tersebut bukan kewenangan BPH
Migas.
"Kami hanya menyampaikan suatu data. Soal pembatasannya
biar pemerintah (Kementerian ESDM) yang akan menyampaikan ke komisi VII.
Saya tidak berkompetisi berbicara opsi, karena tugas BPH adalah
melakukan pengaturan dan pengendalian. Kebetulan yang kami sampaikan ini
terkait opsi A," kata Tubagus.
Sekadar mengingatkan,
pemerintah punya dua opsi seputar pembatasan BBM bersubsidi. Opsi
pertama adalah pembatasan konsumsi BBM subsidi bagi semua kendaraan
pribadi berpelat hitam. Opsi kedua adalah, pembatasan bagi kendaraan
plat hitam untuk keluaran tahun 2005 ke atas.
Tubagus
menambahkan, jenis kendaraan yang menjadi sasaran pembatasan jenis BBM
bensin dan premium adalah kendaraan pribadi roda empat (plat hitam),
kendaraan instansi pemerintah roda empat (plat merah), dan kendaraan
TNI-Polri.
Hanya kendaraan dengan plat kuning, seperti
angkutan umum dan angkutan barang, kendaraan roda dua dan roda tiga yang
berhak memperoleh bensin premium.
Transportasi Darat Sedot 90 Persen BBM Bersubsidi
Editor: Iwan Apriansyah
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan