Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kenaikan harga minyak dunia harus diantisipasi pemerintah dengan penambahan Depo timbun dan pembangunan terminal transit baru.
Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, di Jakarta melihat pemerintah seharusnya memprioritaskan pembangunan terminal transit, depo penimbunan bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah untuk memperkuat cadangan stok untuk beberapa bulan ke depan.
"Saat ini stok BBM nasional hanya 21 hari. Ketahanan stok seharusnya 4 hingga 6 bulan," ungkapnya.
Diperkirakannya, kenaikan harga emas hitam alias minyak mentah di pasar dunia akan terus berlangsung sekitar 4 sampai 6 bulan ke depan.
"Ini akan berdampak terhadap APBN," terangnya.
Namun dampak ini bisa dihindari, jika saja pemerintah mengantisipasi dengan menambah ketahanan stok BBM dan minyak mentah yang cukup.
Untuk itu perlu menambah terminal transit, depo penimbunan BBM dan minyak mentah. Dengan begitu, kata dia, kalau tahun mendatang harga minyak mentah bergolak, pemerintah tidak akan panik lagi.
“Pemerintah telah melakukan antisipasi dengan ketahanan stok BBM yang cukup. Sayangnya, ketahanan stok BBM nasional hanya 21 hari. Makanya, pemerintah harus memprioritaskan pembangunan terminal-terminal transit dan depo-depo penimbunan BBM,” ujarnya. (*)
Pertamina Butuh Depo Timbun dan Terminal Transit
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Tjatur Wisanggeni
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan