TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Kebijakan pemerintah melakukan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mulai akhir kuartal I 2011, dituding ada udang dibalik batu. Dan itu adalah pembohongan.
Berdalih melakukan penghematan, menurut Pengamat Perminyakan, Kurtubi, mengapa pemerintah malah tidak mengambil langkah menjalankan opsi konversi dari BBM ke Gas.
"Kalau hanya ingin kurangi subsidi kenapa ngak pakai BBG? Ini namanya pembohongan, kebijakan ada udang di balik batu," tegasnya mengkritisi langkah pemerintah, dalam Seminar “Tipu-Tipu Pembatasan BBM Bersubsidi: Liberalisasi Sektor Energi”, di Wisma Antara, Jakarta, Sabtu (22/1/2011).
Dia menegaskan, tidak perlu ada dusta. Masyarakat akan lebih dapat menerima jika pemerintah terus terang saja kalau mau menaikkan harga BBM bersubsidi.
Boleh menaikkan secara bertahap harga BBM bersubsidi sampai akhirnya sama dengan harga pokok dan tidak perlu lagi subsidi.
Dia menilai bahwa kebijakan yang diambil pemerintah, ngak masuk akal. "Kenapa masyarakat harus pakai bensin beroktan tinggi yang sebenarnya bertujuan untuk mempercepat laju kendaraan, sementara jalanan macet," jelasnya.
Dampak dari kebijakan ini, dia mengemukakan akan menjadi "makanan empuk" bagi SPBU asing. Karena, SPBU asinglah yang akan menerima limpahan keuntungan. Dia menegaskan, "patut dicurigai SPBU asing akan memberikan fee kepada pemerintah.
Pembatasan BBM Ada Udang di Balik Batu
Editor: Budi Prasetyo
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan