TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA- Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad malu saat
Indonesia yang sejak dulu terkenal pengekspor garam, kini menjadi pengimpor garam. Langkah impor garam ini ironis dan memalukan
bagi negara maritim seperti Indonesia.
Fadel menjelaskan, dirinya malu saat menjabat sebagai Menteri KKP mengetahui Indonesia
mengimpor garam sebanyak 1,6 juta ton untuk mencukupi kebutuhan garam
nasional. Sedangkan Indonesia sendiri, terkenal sebagai nagara yang
kaya akan laut, yang bisa memproduksi garam.
"Dari kecil, kita
di sekolah sudah tahu bahwa Indonesia eksportir garam. Sekarang kan kita
impor garam 1,6 juta ton. Makanya saat saya jadi Menteri, saya malu," akunya, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (7/2/2011).
Dengan itu, Fadel menjelaskan dirinya bersama Presiden SBY
bergerak cepat memelajari dan mencari daerah-daerah pengolahan baru.
Dan oleh SBY, 2 daerah basis garam Indonesia ditetapkan yaitu Madura dan NTT.
Selain itu, masih terdapat 40 kabupaten pengahasil garam yang turut memasok kebutuhan garam nasional.
Fadel
melanjutkan dengan dimulainya tahun ini NTT sebagai lumbung garam,
produksi garam nasional dapat tumbuh 200 hingga 300 ribu ton.
Sebagaimana
dijelaskan Menteri KKP ini, bahwa produksi garam nasional selama ini
kurang dari 1 juta ton. Sedangkan kebutuhan garam nasional per tahun
mencapai 2,6 juta ton. Untuk mencukupi kekurangan tersebut, sebesar 1,6
juta ton garam diimpor dari luar negeri.
Menurut Fadel, target swasembada garam akan bisa tercapai 2014 mendatang. Sebelumnya diberitakan, pemerintah mengimpor garam sebanyak 300 ribu ton dari Australia dan India.
“Memang ironis itu. Jadi
negara kita yang panjang pantainya itu masih impor (garam),” ungkap Anggota
Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nyoman Dhamantra, saat dihubungi,
di Jakarta, Kamis (7/10/2010).
Petani
garam di sini, imbuhnya, masih banyak dilakukan industri kecil. Kecuali
PT Garam yang notabenenya tidak bisa berproduksi secara maksimal sesuai
kebutuhan garam.
Dikatakannya, Komisi VI DPR RI, akan membentuk
Panitia Kerja (Panja) Garam. “Maka komisi VI akan buat panja garam.
Panja gula sudah menemukan titik terang untuk bisa merumuskan pola baik
di on farm maupun off farm,” paparnya.
Kalau perlu, tegasnya,
akan dilakukan revitalisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) garam.
“Kalau perlu revitalisasi untuk BUMN garam,” ujarnya.
Sementara
itu, Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Deddy Saleh mengatakan,
Indonesia mengimpor garam dari Australia dan India sebanyak 300 ribu
ton. Proses impor sendiri dilakukan dalam dua tahap, dan masing- masing
150 ribu ton.
”Impor garam ini bertujuan mengantisipasi
kebutuhan masyarakat. Produksi perusahaan garam rakyat serta BUMN PT
Garam tidak mampu memenuhi kebutuhan. Ibu- ibu di rumah makin doyan
garam. Tapi walau kita impor, PT Garam tetap wajib produksi, makanya
dikeluarkan izin impor garam tambahan,” ujarnya, saat konperensi pers,
di kantornya, Jakarta, Kamis (7/10/2010).
Sementara itu,
Direktur Impor, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan,
Partogi Pangaribuan mengungkapkan total kebutuhan garam di dalam
negeri per tahun sebanyak 2,7 juta ton.
Untuk diketahui,
sebanyak 1,4 juta ton di antaranya adalah untuk kebutuhan garam
konsumsi. Sedangkan sisanya, untuk industri. Namun, produksi dalam
negeri tidak mencukupi, hanya berhasil memproduksi garam sebsar 1,1
juta ton garam. Alhasil, devisit garam sebanyak 300 ribu ton.
Dikatakannya
pula, bahwa normalnya Indonesia hanya mengimpor garam sebesar 140 ribu
ton. Namun, imbuhnya, karena masa musim penghujan yang relatif panjang,
maka impor garam ditambah menjadi 150 ribu pada tahap pertama dan
jumlah yang sama pada tahap kedua.
“Impor normalnya 137 atau 140
ribu ton, normalnya kan 140 ribu, ditambah tahap pertama 150 ribu tahap
kedua 150 ribu sampai kebutuhan Desember. Itu izin impor,” paparnya.
Menurut
penuturan Partogi, bila musim penghujan masih terus berlangsung hingga
Maret, maka ada kemungkinan impr garam tahap ketiga akan dilakukian.
“Kalau nanti Januari sampai Maret hujan terus, bisa saja penambahan
tahap ketiga. Karena sesuai kebutuhan,” paparnya.
Fadel Malu Indonesia Impor Garam
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Gusti Sawabi
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan