Ringkasan Berita:
- Generasi muda ditantang berkiprah langsung di industri kelapa sawit karena UMKM sawit saat ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
- BPDP menyiapkan beasiswa di 42 kampus mitra BPDP untuk jenjang D3 hingga S1 yang fokus pada kebutuhan industri kelapa sawit.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Generasi muda dalam hal ini Gen Z didorong untuk turut berkontribusi bagi perkembangan industri sawit di Indonesia.
Ajakan tersebut mengemuka dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit yang dinisiasiBadan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Majalah Sawit dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER).
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menyatakan, Gen Z harus memanfaatkan momentum yang ada karena UMKM sawit saat ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
"Potensinya besar untuk dikembangkan mulai dari sektor kerajinan, oleofood, energi hingga pangan," kata Rachman dikutip Kamis (14/5/2026).
"Kami mendorong Gen-Z Preneur mengembangkan produk yang memiliki daya saing tinggi dan mampu bersaing secara global," ujarnya.
Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansah mengatakan, banyak program yang dapat dimanfaatkan generasi muda agar dapat terlibat langsung dalam pengembangan industri sawit nasional.
Baca juga: BPDP Kemenkeu Fasilitasi Akses Pasar Produk UMKM Sawit di Palmex 2026
Pihaknya menyiapkan beasiswa di 42 kampus mitra BPDP untuk jenjang D3 hingga S1 yang fokus pada kebutuhan industri kelapa sawit, mencakup budidaya, pengolahan, mesin, dan manajemen.
BPDP sangat mendorong lahirnya lebih banyak pelaku UMKM berbasis sawit di masa yang akan datang.
"Banyak sekali program-program yang bisa dinikmati Gen-Z dan generasi muda. Kalau teman-teman mau kuliah, BPDP punya program beasiswa dengan 42 kampus mitra BPDP untuk berbagai jenjang pendidikan mulai D3, D4, maupun S1," kata Helmi.
Helmi menyatakan, sektor sawit berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional terutama dari sisi ekspor nonmigas dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 9-10 persen.
Baca juga: GAPKI Dorong Sinergi dalam Pengelolaan Energi Berbasis Sawit
"BPDP siap berkolaborasi dengan teman-teman untuk mengembangkan sawit. Rasio kewirausahaan kita masih sekitar 3 persen, padahal indikator negara maju minimal 10 persen," ungkapnya.
Pihaknya berharap generasi muda dapat terinspirasi menciptakan produk-produk inovatif berbasis sawit, kakao dan kelapa serta berbagai produk kreatif turunan sawit yang kini mulai berkembang di masyarakat.
"Sekarang lidi sawit sudah dibuat menjadi peci seperti yang saya pakai saat ini. Ada juga batik sawit yang didirikan oleh CV Smart batik. Kami berharap melalui program ini lahir inovasi UKM sawit lainnya," kata dia.
Baca tanpa iklan