Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina memastikan tidak melakukan impor tambahan bahan bakar premium setelah peristiwa kebakaran kilang Cilacap beberapa waktu lalu. Alasannya, kilang Cilacap sudah beroperasi 100 persen. Beberapa unit proses Refinery Unit IV Pertamina Cilacap yang sebelumnya sempat dimatikan atau dikurangi produksinya pada minimum rate, kini sudah beroperasi secara bertahap sejak Kamis (7/4/2011) lalu sejak pukul 14.00 WIB.
"Pada Minggu (10/4/2011) pukul 10.00 WIB, seluruh unit proses sudah beroperasi 100 persen dengan total kapasitas pengolahan 348.000 barel per hari," Mochamad Harun, VP Corporate Communication PT Pertamina dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (11/4/2011).
Dia menjelaskan, pasokan BBM ke sejumlah wilayah tetap berjalan normal, dan sesuai target distribusi yang telah ditetapkan.
Bukan hanya itu, dari 400.000 barel Premium yang sebelumnya disiagakan untuk injeksi ke Depot Lomanis, hanya digunakan 100.000 barel yang diambil dari pasokan kilang Balongan.
"Dengan demikian, tidak diperlukan tambahan impor premium," ungkapnya.
Untuk diketahui, kilang Cilacap mensuplai beberapa produk BBM seperti solar, minyak tanah dan premium ke wilayah Jawa Barat seperti Padalarang, Ujung Berung, dan Tasikmalaya, serta wilayah Jawa Tengah seperti Maos, Teras dan Rewulu (Yogyakarta).
Komplek Pertamina Cilacap Terbakar
Pertamina Batal Impor Premium
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Ade Mayasanto
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan