TRIBUNNEWS.COM, TOKYO- Presiden Komisaris Howard Stringer, yang juga merupakan Presiden Direktur dan CEO Sony Corporation ., Jumat (05/05/2011) meminta maaf kepada seluruh pengguna jasa layanan online PlayStation Network, atas pencurian 77 juta data pribadi.
"Mewakili perusahaan, kami dan saya meminta maaf untuk ketidaknyamanan dan perhatian yang disebabkan masalah ini," ujar Stringer dalam pernyataan di situs resminya, untuk pertama kali sejak munculnya kasus pada pekan silam.
Sony mengungkapkan, sekitar 12,3 juta rincian data pengguna kartu kredit di seluruh dunia kemungkinan telah dicuri.
Namun, Sony menghentikan layanan PlayStation Network sejak 20 April silam, setelah ditemukan bukti yang menunjukan pelanggaran ilegal dalam sistem jaringan.
Perusahaan menawarkan jaminan asuransi sebesar 1 juta dolar AS kepada setiap pengguna di Amerika untuk menutupi masalah finansial dan biaya legal terkait data yang telah dicuri.
Sebelumnya, Sony mengumumkan pihak tidak berwenang kemungkinan telah memperoleh informasi data pribadi, termasuk nama, alamat, alamat e-mail, tanggal lahir, dan kata sandi dari 77 juta akun yang diakses secara ilegal.
"Sampai saat ini, tidak ada bukti mengenai kartu kredit atau informasi pribadi yang disalahgunakan, dan kami akan tetap memantau perkembangannya," ujar Stringer.
Lebih lanjut, Stringer juga menambahkan, Sony Co. berusaha secepat mungkin memulihkan akses untuk layanan ini.
Sony Minta Maaf Atas Pencurian 77 Data Pribadi
Penulis: Budi Prasetyo
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan